8 Komputer Super Mini yang Harus Kamu Jajal

Ditulis oleh Ridwan Fajar, dipublikasi pada 23 Sep 2014 dalam kategori Tools
8 Komputer Super Mini yang Harus Kamu Jajal - CodePolitan.com

Seperti yang kita tahu komputer di awal penciptaannya membutuhkan ruang yang sangat besar saat itu. Sebut saja ENIAC, UNIVAC, EDVAC, dan mesin - mesin lainnya yang sangat besar ukurannya mulai dari memenuhi ruangan hingga sebesar lemari. Bahkan ukuran terkecil saat itu adalah sebesar rak sepatu yang Anda miliki. Kemudian inovasi selanjutnya membuat para vendor menyediakan komputer ukuran lebih kecil yang dapat disimpan diatas meja atau biasa disebut desktop. Salah satu vendor yang terkenal saat itu yang memproduksi komputer dekstop adalah Apple hingga akhirnya harus bersaing dengan vendor lainnya yang menggunakan sistem operasi Linux dan Windows. Perubahan pun terjadi ketika laptop atau komputer jinjing diproduksi. Orang semakin leluasa untuk mengerjakan tugas mereka diatas komputer dimanapun.

Perubahan ukuran komputer ini cenderung mengecil seiring komponen seperti prosesor dan memori ikut mengecil pula. Setelah laptop hadir berbagai perangkat seperti tablet, smartphone, personal data assistant dan perangkat mini lainnya yang menggunakan prosesor berukuran kecil. Bahkan kini komputer hampir seukuran koin pun sedang diciptakan oleh Intel dan vendor lainnya. Penasaran dengan beberapa komputer super mini yang ada di dunia ini? mari kita simak 8 komputer super mini yang harus kamu jajal:

1. Raspberry Pi

[caption id="attachment_1942" align="aligncenter" width="300" class=" "]rapsberry pi board (http://rapsbery-pi.org) rapsberry pi board (http://rapsbery-pi.org)[/caption]

Rapsberry Pi adalah komputer berukuran kartu kredit yang dapat disambungkan dengan monitor dan keyboard langsung. Rapsberry Pi dapat melakukan hal selayaknya komputer desktop biasa seperti membuat dokumen, bermain game dan memutar video dengan definisi tinggi. Dengan ukurannya yang kecil, Rapsberry Pi dapat digunakan oleh siapapun untuk mempelajari bagaimana komputer bekerja, memanipulasi komponen elektronik yang ada di dalam Rapsberry Pi, dan membuat program diatasnya.

Untuk menggunakan Rapsberry Pi, Anda dapat menggunakan berbagai sistem operasi yang sudah disediakan oleh Rapsberry Pi, diantaranya: Rapsbian (Debian Wheezy), Pidora (Fedora Remix), OpenElec, RapsBMC, Risc OS, dan Arch Linux. Rapsberry Pi memiliki ekstensi lainnya seperti kamera. Rapsberry Pi memiliki komponen seperti GPIO, SD Card, Power Module, HDMI Module, LAN Module, USB Module, Audio Module, RCA Video Module, 512MB RAM, CPU & GPU.

2. VoCore

[caption id="attachment_1945" align="alignright" width="350" class=" "]VoCore Board (https://www.indiegogo.com/projects/vocore-a-coin-sized-linux-computer-with-wifi) VoCore Board (https://www.indiegogo.com/projects/vocore-a-coin-sized-linux-computer-with-wifi)[/caption]

Komputer super mini yang mempunyai motto A coin-sized Linux Computer with Wifi ini diciptakan oleh Taiyuan dari China Technology. VoCore merupakan open hardware yang menjalankan OpenWRT. Teknologi yang dimilikinya antara lain WIFI, USB, UART, 20+ GPIO. Ukurannya sebesar 1 inci saja. VoCore membantu Anda untuk membuat smart house atau mempelajari embedded system.

Spesifikasi lain yang dimiliki oleh VoCore antara lain SDRAM sebesar 32MB, berfungsi sebagai router, 8MB SPI Flash, dan menggunakan RT5350(360MHz MIPS) sebagai prosesornya. Interface lainnya yang didukung antara lain 10/100M Ethernet, I2C, I2S, PCM, dan JTAG.

 

 

3. Micro Python

[caption id="attachment_1940" align="alignright" width="350" class=" "]MicroPython (http://micropython.org) MicroPython (http://micropython.org)[/caption]

Demian George, menulis ulang kembali Python agar mendukung untuk mikrokontroler kemudian menamainya dengan MicroPython. MicroPython mempunyai akses terhadap rangkaian listrik seperti LED, membaca tegangan listrik, dan menggerakan motor servo. Selain memiliki akses terhadap rangkaian level rendah, MicroPython pun dapat digunakan untuk proses yang lebih tinggi seperti menjadikannya otak dari robot, menulis data ke SD Cards, membaca akselerometer, alat komunikasi wireless, dan banyak hal lainnya. MicroPython dilengkapi dengan lexer, parser, compiler, virtual machine, dan runtime. Untuk menciptakan merealisasikan MicroPython, Damien membuat MicroPython Board. Sebuah komputer super mini yang menyimpan MicroPython yang didukung oleh prosesor ARM. Selain itu MicroPython didukung pula dengan inline assembler dan garbage collector.

Beberapa fitur utama lainnya yang dimiliki oleh MicroPython antara lain: Python 3.3 Grammar, dukungan terhadap FAT, SD Card, USB Serial, USB Mass Storage, USB HID, Bluetooth, LCD, Servo, dan Timer ditulis dalam source code berukuran 110 KiB. Ukuran terkecil yang dibutuhkan RAM untuk mencetak "print('hello world')" sekitar 4 KiB. Objek Python seperti list berukuran 32 Bytes. Di dalam MicroPython Board terdapat realtime clock lengkap dengan tanggal dan jam, Micro SD Slot, MMA7660 3-axis accelerometer, 168 MHz Cortex-M4 CPU with 32-bit hardware floating poin, 1 MiB flash storage, 192 KiB RAM. Ukuran papan adalah 33 mm x 40 mm dan mempunyai berat 6 gram.e

4. Tessel

 

[caption id="attachment_1944" align="alignright" width="350" class=" "]8-kom-mini-tessel Tessel Schema (http://tessel.io)[/caption]

 Tessel adalah sebuah komputer mini yang dapat menjalankan JavaScript melalui NodeJS. Di setiap perangkat Tessel sudah ditanami Wifi sehingga dapat terkoneksi ke web dengan mudah. Tessel dikembangkan oleh Technical Machine Team. Selain Wifi, Tessel dilengkapi dengan USB Port, JTAG, GPIO, ARM Processor, Flash Memory 32MB, RAM 32MB, empat modul yang dapat digunakan oleh modul lain, antena WiFi, status LED, power LED. Modul yang tersedia untuk Tessel antara lain akselerometer, kamera, climate, GPS, MicroSD, Infra Merah, Relay, RFID, Servo, NFC, dan lainnya.

Sebagai contoh berikut ini adalah potongan source code dari JavaScript yang dikembangkan untuk Tessel:

var tessel = require('tessel');
var servo = require('servo-pca9685')
  .use(tessel.port['A']);

var position = 0;
setInterval(function () {
  servo.move(1, position);
  position = position == 0 ? 1 : 0;
}, 500);

5. Beagle Bone

[caption id="attachment_1939" align="alignright" width="247" class=" "]Beagle Bone (http://beagleboard.org) Beagle Bone (http://beagleboard.org)[/caption]

BeagleBone adalah komputer super mini yang terjangkau, pengembangannya didukung oleh komunitas yang ditujukan bagi para pengembang dan pengguna lainnya. BeagleBone dapat melakukan boot Linux hanya dalam 10 detik, dan mulai melakukan pengembangan hanya melalui kabel USB.

Dari sekian seri BeagleBone salah satunya adalah BeagleBone Black memiliki spesifikasi seperti berikut:

  • Processor: AM335x 1GHz ARM Cortex-A8
  • 512MB DDR3 RAM
  • 4GB 8-bit eMMC on-board
  • 3D Graphics Accelerator
  • NEON floating-point accelerator
  • 2x PRU 32-bit microcontrollers
  • USB client for power & communications
  • USB host
  • Ethernet
  • HDMI
  • 2x 46 pin headers

BeagleBone dapat dipasang sistem operasi seperti Debian, Android, dan Ubuntu. Serta dukungan NodeJS seperti Cloud9 IDE dan BoneScript.

6. Cubie Board

[caption id="attachment_1938" align="alignright" width="350" class=" "]8-kom-min-cubie CubieBoard Schema (http://cubietruck.com)[/caption]

Mini PC yang satu ini berasal dari sebuah perusahaan komputer di Cina yang bernama CubieTech. . CubieBoard berukuran 10 x 6 cm, mendukung SATA dan 96 interface tambahan lainnya. Prosesor yang digunakannya adalah ARM dan AllWinner. Anda dapat menggunakan Ubuntu atau Android untuk dipasangkan di CubieBoard.

Sebagai contoh, CubieBoard versi pertama memiliki spesifikasi seperti berikut:

  • Processor: Allwinner A10
  • 1GB [email protected]
  • HDMI 1080p Output
  • 10/100M Ethernet
  • 4Gb eMMC Flash
  • 2 USB Host
  • 1 micro SD slot
  • 1 SATA
  • 1 IR
  • 96-pin expansion pinheaders including I2C, SPI, RGB/LVDS, CSI/TS, FM-IN, ADC, CVBS, VGA, SPDIF-OUT, R-TP...
  • Running Android, Ubuntu and other Linux distros. Pre-loaded Android 4.0. Diantara sekian produk regulernya terdapat pula seri produk yang dapat mendukung khusus untuk high performance computing yaitu CubieBoard seri A80.

7. WeIO

[caption id="attachment_1946" align="alignright" width="263" class=" "]8-kom-mini-weio WeIO (http://we-io.net)[/caption]

 

Jika pada komputer mini sebelumnya, bahasa pemrograman yang digunakan adalah native, lalu bagaimanakah bila komputer dikendalikan melalui aplikasi web dengan menggunakan HTML5? Uros Petrevski dan Drasko Draskovic menciptakan sebuah perangkat yang dinamakan dengan WeIO. Komputer mini ini dapat digunakan untuk mengembangkan smart home atau embedded system lainnya dengan mengandalkan HTML5 yang sudah disiapkan untuk WeIO. WeIO dapat dikendalikan melalui browser dari device yang kita gunakan semisal laptop atau smartphone. Kemudian dengan mengakses URL tertentu yang mengarah kepada WeIO, salah satu contohnya WeIO dapat mengubah terangnya cahaya sebuah lampu hanya melalui halaman web.

Dengan menggunakan HTML5 Anda tidak perlu khawatir untuk masalah memasang software dari perangkat yang mengendalikan WeIO. Selain itu terdapat pula dukungan Tornado Server yang berbasis Python untuk mengembangkan aplikasi di WeIO. Dengan WeIO, pengembang tidak perlu mempelajari pemrograman tingkat rendah seperti di komputer mini lainnya. WeIO mempunyai teknologi web socket, tornado server, open wrt, Qualcomm/Atheros AR9331, dan LPC11Uxx.

8. Intel Edison

[caption id="attachment_1941" align="aligncenter" width="350" class=" "]Intel Edison Board (http://www.intel.com) Intel Edison Board (http://www.intel.com)[/caption]

 

Komputer super mini lainnya adalah Edison yang dikembangkan oleh Intel. Kabarnya ukuran dari prosesor Edison ini sebesar SD Card yang ditanami dengan prosesor dual core. Tapi Edison perlu dilengkapi dengan Edison Module yang terdiri dari RAM LPDDR3 (2x32bit) sebesar 1GB, WiFi 802.11a/b/g/n dengan 2.4/5GHz, media penyimpanan eMMC sebesar 4Gb, modul input output seperti SD + UART + SPI + GPIO + USB 2.0 OTG, Dimensi 35.5 x 25 x 3.9 mm, dan dihuni oleh sistem opersi berbasis Linux yang dinamakan Yocto Linux.

Intel Edison mendukung untuk pengembangan menggunakan Arduino dan C/C++ kkemudian akan didukung dengan NodeJS, Python, RTOS, dan Visual Programming kedepannya.

(rfs/kickstarter/gizmodo/anandtech/indiegogo)



Berlangganan Informasi CodePolitan Melalui Email

Jangan sampai kamu melewatkan informasi penting tentang pemrograman dan teknologi! Kamu bisa berlangganan Newsletter CodePolitan dengan cara mengisi formulir di samping.