Siapkan Dirimu Menghadapi Tugas Akhir

Ditulis oleh Muhammad Arslan, dipublikasi pada 07 Aug 2016 dalam kategori Opini
Siapkan Dirimu Menghadapi Tugas Akhir - CodePolitan.com

Skripsi adalah salah satu penentu kelulusan seorang mahasiswa S1 atau strata 1 di institusi pendidikan tinggi. Mungkin mirip dengan tugas akhir yang dikerjakan oleh siswa kelas tiga SMK, namun ada banyak tambahan lainnya yang harus dikerjakan seperti misalnya mengimplementasikan suatu metode pada kasus yang akan diselesaikan yang tidak hanya berupa alat saja. Skripsi yang dikerjakan oleh mahasiswa jurusan IT, memiliki sebuah keunikan. Dimana tidak hanya dokumen skripsinya saja yang harus dikerjakan, dokumen teknis, jurnal, buku manual, serta aplikasi yang menjadi alat penelitiannya pun harus dikerjakan dengan rangkaian timeline yang padat.

Tidak semua orang suka dengan skripsi, ada juga yang menyukainya sebagai tantangan. Lika - liku skripsi ini akan kita bahas satu persatu, dan dengan adanya tulisan ini dapat memotivasi kita yang sedang menyelesaikan skripsi untuk menjadi lebih semangat lagi. Dan bagi yang belum menghadapi raja terakhir di perkuliahan, siap - siaplah kemas alat perangmu.

Skripsi itu bukan dadakan seperti tahu bulat

Masih ada mahasiswa yang berpikir bahwa skripsi bisa diselesaikan dengan mudah bila dilakukan di penghujung drop out, beberapa kampus mungkin dapat membantu mahasiswa tingkat akhir yang sedang berada di ujung tanduk tersebut. Tapi ada juga kampus yang dengan tegas langsung meng-DO mahasiswanya. Skripsi memang tidak bisa di buat secara mendadak apalagi dalam waktu terdesak. Skripsi yang dikerjakan dalam seminggu menuju sidang akan sulit membuahkan hasil selain dari sisi pengerjaan, juga dari sisi administrasi seperti jumlah bimbingan bersama dosen.

Skripsi idealnya memang dikerjakan satu semester, bukan tanpa alasan karena skripsi seorang mahasiswa jurusan IT mempunyai cukup banyak hal untuk dikerjakan. Umumnya objek yang dikerjakan seorang mahasiswa jurusan IT adalah sebagai berikut:

  • Skripsi, Mulai dari skripsinya itu sendiri, yang membutuhkan pengawasan dari kedua pembimbing. Skripsi bukan hanya soal tulisan yang kita kerjakan tapi ada juga buah pikiran dari kedua dosen pembimbing.
  • Jurnal, kemudian ada juga jurnal atau paper, sebuah tulisan padat yang akan dipublikasikan dalam prosiding atau suatu konferensi bila pembuatan skripsi sudah selesai. Dokumen tersebut akan digunakan untuk menyampaikan isi tulisan kita di depan para akademisi dan peneliti.
  • Dokumen Teknis, mungkin tidak semua kampus mengharuskan membuat dokumen ini tapi masih ada kampus yang mengharuskan membuat dokumen ini. Berbeda dengan skripsi yang fokus pada pembahasan masalah penelitian implementasi algoritma, dokumen teknis fokus pada pembahasan cara pembuatan aplikasi. Misal didalamnya terdapat diagram UML, diagram ERD, diagram DFD, tabel pengujian secara blackbox, tabel pengujian unit testing, tabel pengujian acceptance testing, user guide untuk penggunaan aplikasi, atau bahkan skema PCB bila kita membuat aplikasi robotika
  • Produk, dapat berupa perangkat lunak ataupun perangkat keras. Umumnya di Indonesia mahasiswa jurusan IT memilih perangkat lunak sebagai produk akhir penelitiannya. Ada yang berbasis aplikasi desktop, console, web, dan mobile.

Dengan banyaknya hal yang dikerjakan saat tugas akhir. Kita harus semakin yakin bahwa skripsi yang baik adalah skripsi yang tidak dikerjakan secara mendadak demi keoptimalan penulisan dan skill untuk diri kita sendiri.

Jurnal yang kamu perlukan tidak akan pernah cukup satu

Pada akhirnya skripsi akan menjadi sebuah penelitian, paling tidak berbasis literatur. Ketika kita mengajukan judul skripsi, tentu kita harus mempunyai dasar ilmu. Salah satu caranya adalah mencari jurnal yang sesuai dengan topik yang kita kerjakan. Biasanya jurnal yang baru saja kita temukan tersebut belum tentu sesuai dengan harapan kita, ada kalanya suatu jurnal hanya membahas secara garis besar tanpa memberitahu inti dari jurnal tersebut, sehingga kita harus mencari referensi lain. Bahkan ada jurnal yang isinya membahas algoritma "A" tapi yang dibahas malah algoritma "B" atau malah tidak membahas algoritma apapun sama sekali.

Menemukan jurnal yang cocok memerlukan waktu yang cukup lama, tidak akan cukup bila hanya mengandalkan keyword "jurnal algoritma semut pencarian terpendek filetype:pdf" atau mencari skripsi full dengan keyword "skripsi algoritma semut full filetype:pdf". Setelah mendapatkannya apaka kita akan menemukan hasil yang diharapkan? tentu saja tidak, karena kita harus memeriksa jurnal atau skripsi referensi satu persatu dan membacanya. Bila kita malas membaca, jangan berharap banyak pengerjaan skripsi kita dapat berjalan lancar. Ingin langsung mendapatkan jawaban adalah salah satu kebiasaan tidak baik yang biasa menghinggapi mahasiswa jurusan IT saat mengerjakan skripsi. Kita harus membiasakan diri untuk membaca sekalipun kita malas untuk membacanya. Dengan membaca jurnal atau skripsi referensi secara detail dan hati - hati, bukan tidak mungkin bahwa apa yang kita butuhkan ada pada jurnal tersebut atau bahkan akan mengarahkan kita ke jurnal yang sesuai.

Bila kita sudah mencari dan bingung dengan berbagai jurnal yang kita dapatkan, akan lebih baik bila mencari jurnal dari penulis pertamanya. Misal, bila kita sudah banyak mendapatkan jurnal tentang algoritma semut, kita dapat mencari jurnal pertamanya yang dibuat oleh Marco Dorigo yang merupakan pengusung algoritma semut dari salah satu universitas di Belgia. Biasanya jurnal pertama akan memberi penjelasan yang lebih tepat.

Setelah itu, bila kita mempunyai skill bahasa dan komunikasi yang baik, kita dapat memberanikan diri untuk menanyakan pertanyaan yang tidak umum bila kita menemui kesulitan dalam membaca jurnal seseorang. Bertanyalah setelah kita membaca jurnalnya terlebih dahulu.

Sabarlah selama bimbingan bersama dosen pembimbing

Bimbingan bisa jadi merupakan salah satu faktor yang dapat membuat mahasiswa malas untuk bimbingan. Tidak sedikit ada mahasiswa yang tidak suka terhadap seorang dosen lantas membuat kita menjauh terhadap dosen tersebut, toh pada akhirnya saat sidang skripsi akan bertemu juga dengan dosen tersebut dan pada akhirnya akan mendapatkan "kesulitan" dari dosen tersebut. Bimbingan bersama dosen merupakan salah satu fase terpenting dalam pengerjaan skripsi. Bimbingan skripsi tersebut bukan merupakan fase awal, justru penilaian terbesar adalah ketika melakukan bimbingan. Bimbingan skripsi akan membuat dosen menjadi tahu progress kita dalam pengerjaan skripsi, bahkan mungkin membantu kita membelikan buku teks atay alat yang harganya mahal untuk digunakan sebagai penunjang skripsi.

Sidang skripsi justru tidak akan membantu bila dosen pembimbing kita pun tidak ikut membantu. Dosen pembimbing akan memberikan penilaian lebih saat sidang dimulai karena dialah yang lebih tahu bagaimana skripsi tersebut dibuat. Oleh karena itu tidak heran bila skripsi kita belum siap namun meminta segera sidang, dosen pembimbing tidak akan memberikan izin bila skripsi tersebut belum siap disidangkan. Dengan demikian kita harus memenuhi syarat bimbingan atau paling tidak rutin baik itu bimbingan secara formal ataupun informal.

Tapi bila memang kita menemui dosen yang tidak dapat membantu skripsi kita selama bimbingan, lebih baik kita melapor ke bagian akademik untuk mencari pembimbing lain yang tersedia dan bersedia.

Disiplinkan waktu walaupun cuma satu jam sehari

Kadang akan ada waktu dimana kita mengalami kekosongan pengerjaan. Lebih baik masa malas - malasan tersebut kita kurangi, mulailah dengan mengisi sejam pada hari - hari yang malas itu untuk mulai membuat tulisan ataupun memeriksa tulisan kita kembali. Atau memeriksa aplikasi yang sudah kita kerjakan dan dikhawatirkan bila ada bug yang terlewat. Dengan minimal satu jam pengerjaan setiap pada hari - hari yang malas, mungkin skripsi yang akan kita kerjakan akan lebih cepat selesai. Karena bagaimanapun skripsi adalah untuk kita sendiri yang akan menentukan kelulusan kita sendiri.

Menyelesaikan administrasi adalah salah satu babak final setelah beres sidang

Administrasi setelah sidang skripsi, mungkin akan sedikit mewarnai hidup kita sebagai mahasiswa tingkat akhir. Mulai dari harus memberikan pas foto dengan jumlah tertentu, membayar biaya wisuda, bahkan harus melengkapi koleksi buku di perpustakaan jurusan, fakultas, dan kampus. Setelah beres sidang skripsi, segeralah ke bagian akademik untuk mendapatkan daftar barang dan persyaratan yang harus dipenuhi pasca sidang skripsi. Kita akan dipingpong ke fakultas, jurusan, fakultas, jurusan lagi. Biasanya beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seorang mahasiswa tingkat akhir adalah sebagai berikut:

  • sumbangan buku untuk perpustakaan
  • surat bebas perpustakaan
  • surat bebas laboratorium
  • membayar biaya wisuda
  • membayar spp terakhir
  • memberikan revisian skripsi kepada jurusan
  • dan persyaratan lainnya

Biasanya bila ada persyaratan yang tidak dipenuhi, kita tidak dapat mengikuti wisuda atau dapat mengikuti wisuda tapi tidak mendapatkan ijazah. Jadi harus gesit yah untuk mencari extra quest setelah sidang skripsi beres.

Siapkan Curriculum Vitae untuk mulai melamar pekerjaan atau membuat usaha sendiri

Sebenarnya agak kurang nyambung dengan skripsi. Namun setelah skripsi beres dan sidang pun dilalui, maka ada after credit yang harus kita siapkan terlebih dahulu sebelum menonton film lain. Akan lebih baik bila kita mulai membuat curriculum vitae yang baik dan meyakinkan untuk digunakan melamar pekerjaan. Bila kita menemukan program pembuatan startup atau wirausaha pun kita tetap memerlukannya. Bila ada pembukaan karyawan untuk BUMN, kita pun tetap memerlukannya. Terlebih bila kita ingin meneruskan kuliah ke luar negeri atau mengajukan beasiswa, curriculum vitae akan menjadi salah satu acuan sebagai penentu apakah kita layak untuk menerima beasiswa atau tidak.

Jadi buat sebaik mungkin curriculum vitae kita, bila skripsi dan sidang telah kita lalui.

Apapun hasilnya tetaplah bangga pada diri sendiri

Setelah lewat satu atau dua minggu dari sidang skripsi, tanpa sengaja kita malah kepo skripsi yang dikerjakan teman kita dan akhirnya sedikit terbersit, wah skripsi saya lebih jelek dibandingkan milik dia. Tentu saja anggapan ini kurang tepat, bagus atau tidak tetaplah bangga pada hasil kita sendiri. Bagaimanapun kita yang mencari referensi sampai akhirnya menghubungi pembuat jurnal pertama, menyelesaikan aplikasi dengan skill coding kita sendiri, sampai akhirnya meluangkan waktu banyak untuk mencari data atau referensi lain. Kita patut bangga dengan perjuangan kita hingga akhir walaupun akan ada orang yang meremehkan apa yang kita buat hanya karena skripsi kita sudah mainstream.

Selain bangga dengan hasil yang diperoleh, kita harus bangga karena telah menyelesaikannya demi kita sendiri. Sehingga kita sendirilah yang harus memberikan award pada diri sendiri tidak perlu orang lain.

(codepolitan)



Berlangganan Informasi CodePolitan Melalui Email

Jangan sampai kamu melewatkan informasi penting tentang pemrograman dan teknologi! Kamu bisa berlangganan Newsletter CodePolitan dengan cara mengisi formulir di samping.