4 Aplikasi 'WOW' Lulusan HACKTIV8 Batch 5

Hari kelulusan merupakan hari yang sangat dinantikan oleh setiap peserta didik yang mengikuti sistem pembelajaran pada institusi manapun. Kelulusan merupakan sebuah fase yang akan terlewati dan para peserta didik diharapkan mampu menghadapi tantangan yang akan mereka hadapi dimasa yang akan datang, berbekal dari apa yang telah mereka pelajari sepanjang masa pendidikan yang telah dijalani.

Tak beda halnya dengan HACKTIV8 yang baru saja melaksanakan Graduation Day pada 19 Mei lalu. HACKTIV8 sebuah Coding bootcamp Full Stack JavaScript Pertama Di Indonesia telah melaksanakan kelulusan untuk yang ke 5 kalinya. Pada Graduation Day untuk BATCH 5 ini, HACKTIV8 meluluskan 14 orang peserta didik dengan hasil memuaskan yang siap memasuki lapangan pekerjaan sebagai seorang developer.

14 lulusan tersebut ternyata tidak hanya memiliki latar belakang IT/Sistem Informasi saja, namun mencakup juga lulusan berlatar belakang seperti Biologi, Matematika, Teknik Elektro, Business Management, Mechatronic, hingga Akuntansi. Bootcamp ini ingin menunjukkan bahwa pemrograman bisa dipelajari oleh siapa saja tanpa harus berlatar belakang pendidikan IT.

Sampai saat ini 90% lulusan HACKTIV8 telah terserap dalam dunia kerja dan sisanya membuka startup-nya masing-masing, hal ini menjadi daya tarik tersendiri karena HACKTIV8 memberikan fasilitas penempatan kerja dengan bekerja sama dengan 50 perusahaan yang siap merekrut para lulusannya. Adapun beberapa di antaranya adalah: Go-Jek, Tokopedia, Kudo, Midtrans, Traveloka, Emtek, Urbanhire.com, Qlue, dan masih banyak lagi. Tentu saja hal ini menjadi jaminan yang menggiurkan kepada calon peserta yang berminat mengikuti Coding bootcamp ini.

Baca juga: HACKTIV8, Solusi Belajar Coding dengan Jaminan Kerja

Pada akhir fase kelulusan, murid diwajibkan untuk membuat final project, baik aplikasi web ataupun mobile. Ide project dihasilkan sendiri oleh murid bersangkutan. Para murid hanya diberikan waktu 5 hari saja untuk menyelesaikan aplikasi tersebut dan pada Graduation Day kali ini peserta kelulusan terbagi dalam 4 kelompok. 4 aplikasi tersebut dipresentasikan pada ‘Graduation Day’ di depan seluruh partner perusahaan HACKTIV8 yang siap merekrut mereka setelah mereka lulus.

Seperti apa aplikasi yang dibuat oleh peserta didik pada kelulusan kali ini dan teknologi apa saja yang digunakan. Menarik untuk diberitahukan kepada para pembaca CodePolitan agar lebih mengenal apa saja kira-kira yang akan dipelajari semasa pendidikan di HACKTIV8.

1. Plan It Now (PIN)

Plan It Now (PIN) merupakan aplikasi mobile yang dibangun oleh kelompok beranggotakan 4 orang yaitu : Laksono Suryadi, Daniel Sidabutar, Darren Ferian, dan Anthony Juan. Aplikasi ini mampu membantu memudahkan pada traveler membuat rencana travelnya. Menggunakan algoritma machine learning sederhana yang mereka bangun sendiri. Sehingga aplikasi ini mampu mempelajari tempat travel mana yang menjadi kesukaan user maupun tempat yang kurang disukai user.

Dalam setiap presentasinya, setiap kelompok akan memberitahukan teknologi apa yang mereka gunakan untuk membuat aplikasi tersebut. Sebuah aplikasi tentunya terdiri dari pengembangan front-end and back-end.

Dari sisi front-end aplikasinya menggunakan React Native, Redux, NativeBase, Google Maps API dan NodeMailer. Pada sisi back-end aplikasi ini dibangun menggunakan Node.js yang digabung dengan ExpressJS untuk REST API, MongoDB dan Mongoose untuk database, dan juga beberapa layanan Amazon Web termasuk AWS S3 and AWS Elastic Beanstalk untuk deployment aplikasi PIN dan beberapa aplikasi pendukung lainnya seperti Jest, Mocha, Chai dan Travis CI.

2. Buah Tangan

Beranggotakan 3 orang, kelompok ini mampu membangun aplikasi mobile dan website dari awal. Kelompok yang beranggotakan Hepiska Franatagola, M. Firman, Pebrizal, dan Muhammad Ridho ini membuat aplikasi yang membantu para usernya untuk lebih mudah dalam membeli oleh-oleh (buah tangan) ketika mereka melakukan traveling ke tempat tertentu.

Teknologi yang digunakan aplikasi ini cukup beragam, dari sisi front-end aplikasi Buah Tangan menggunakan React Native dan Redux, NativeBase, Ant Design dan Google Maps API. Sedangkan pada sisi back-end menggunakan Node.js, dibantu ExpressJS untuk REST API. Database yang digunakan adalah PostgreSQL serta beberapa layanan website dari amazon termasuk AWS S3 yaitu Elastic Beanstalk, S3, SES dan RDS dalam membangun aplikasi.

Baca juga: Keahlian yang Harus Dikuasai untuk Menjadi Frontend Developer

3. Dofin

Wahyu Hidayat, Michael, Primayudha Radya Manggala, dan Robert Maulana yang tergabung dalam kelompok tak kalah hebat dengan kelompok sebelumnya. Kelompok ini mampu membangun aplikasi yang membantu orang dalam mengatur keuangannya dengan fitur canggih.

Selain mudah dalam penggunaan dan pelaporan keuangan pribadi yang sudah ada pada fitur aplikasi keuangan lainnya. Aplikasi ini dipersenjatai dengan spesial fitur yaitu aplikasi ini mampu menscan struk belanja dan secara otomatis masuk kedalam aplikasi menjadi akun belanja, jadi user tidak perlu lagi repot-repot mengetik manual satu persatu akun belanja yang ingin dicatat seperti pada aplikasi keuangan lainnya.

Aplikasi ini dibangun menggunakan React Native, Redux dan NativeBase sebagai front end-nya, ExpressJS, MongoDB dan mongoose sebagai back end. Menggunakan layanan web dari Amazon EC2 sebagai environment dari production dengan Elasticbeanstalk untuk mangatur trafik secara otomatis. Aplikasi ini juga menggunakan GitHub, Travis-CI untuk pengembangan environment yang scalable serta Google Vision technology yang menunjang fitur spesial dari aplikasi ini sebagai OCR yang mampu membaca text dari gambar.

4. Grandma Care

Kelompok terakhir yang beranggotakan Andra Satria, Arfanizar Faturochman, dan Husni Habil di hari kelulusan ini menutup dengan aplikasi yang mampu memonitoring lokasi dan kondisi user lainnya yang akan dikirimkan melalui notifikasi email jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pada user lainnya. Kedepannya aplikasi ini ditujukan tidak hanya pada orang tua (nenek/kakek) yang kita sayangi tetapi juga pada orang-orang terdekat bukan keluarga yang kita sayangi.

Teknologi pada sisi client yang digunakan pada aplikasi ini adalah React Native, Redux ditunjang juga oleh Jest dan Enzyme sebagai testing toolsnya.

Sedang pada sisi server, kelompok ini menggunakan Node.js yang digabung dengan ExpressJS sebagai REST API-nya. Database menggunakan MongoDB dan Mongoose, serta beberapa layanan website dari Amazon termasuk AWS S3 dan AWS Elastic Beanstalk. Aplikasi ini juga didukung dengan AWS IoT untuk membaca sensor dan proses data pada smartphone.

HACKTIV8 Menjamin Lulusan Ditempatkan Di Perusahaan Bonafit

Teknologi- teknologi yang telah disebutkan di atas dapat kamu pelajari semuanya di HACKTIV8. Selain mengajarkan pemrograman HACKTIV8 juga memberi bekal lainnya yang berguna saat memasuki dunia kerja seperti soft skill cara bekerja sama dalam project, SCRUM, mindset programmer dan lain sebagainya. HACKTIV8 ingin peserta didik menjadi seorang developer yang berkualitas dan tidak dipandang sebelah mata.

Setelah lulus, tim karir HACKTIV8 akan mempersiapkan lulusan untuk direkrut. Tim Karir HACKTIV8 akan membantu mulai dari pembuatan CV, Linkedin, Github Profiles, hingga latihan one-on-one interview. Sebagai wujud nyata HACKTIV8 dalam meningkatkan developer wanita di Indonesia HACKTIV8 memberikan potongan harga 6 juta bagi wanita yang ingin menjadi developer dan memberikan peluang bagi siapapun yang ingin memulai karir baru sebagai seorang developer tidak peduli apapun latar belakang pekerjaannya dengan memberikan potongan harga 10%.

Komitmen jaminan bekerja dari HACKTIV8-pun hadir dalam model investasi belajar 50% dan sisanya dibayarkan setelah para peserta didik mendapatkan pekerjaan. Menarik bukan? untuk informasi lebih jelasnya kamu bisa kunjungi website HACKTIV8 langsung coder.

Dilihat 19 kali

Is this helpful?

Share This Post