5 Strategi Indie Developer Bisa Membangun Startup

Developer belum tentu bisa membangun Startup, tetapi team Startup pasti terdiri dari developer.

Tidak semua developer memiliki mental yang cukup baja untuk membentuk startup. Hal ini dikarenakan membangun sebuah startup tidak hanya butuh kemampuan programming. Kalian juga perlu paham tentang bisnis model, proses men-deliver bisnis dan berbagai pengetahuan non-teknis yang penting untuk startup.

Sebagai indie developer, kalian pasti sangat paham tentang berbagai hal tentang pemrograman. Beberapa kali mungkin kalian sempat berpikir untuk membuat startup. Sebenarnya membuat startup tidak serumit yang kalian pikirkan. Semua hanya tentang bagaimana kalian mengeksekusi ide dan proses deliver ke market yang tepat sasaran.

Baca juga: Serunya Ngomongin Teknologi Bersama Para CTO Digital Startup di Dapur Startup

Berikut adalah beberapa tips yang mungkin bermanfaat jika kalian adalah Indie Developer yang ingin membangun startup:

Paham Masalah Bisnis

Jika saat ini kalian masih freelancer, tentu masih nyaman saja karena bulan depan kalian masih bisa dapat pekerjaan dari vendor-vendor yang biasa meng-hire kalian. Namun cerita menjadi berbeda saat kalian memutuskan menjadi Startup. Real startup adalah bisnis. Kalian harus memilikirkan pertumbuhan user yang menggunakan layanan kalian, membangun brand, menjaga cashflow, serta membangun orang-orang untuk mempertahankan bisnis kalian. Hal itu 180 derajat sangat berbeda dari menjadi freelancer. Sehingga mulailah untuk belajar masalah bisnis dari sekarang. Ada baiknya bila kalian juga mempelajari hal non-teknis semisal pajak, keuangan, dan management SDM.

Berstrategi dalam Hal Teknis

Dalam membangun produk digital dibutuhkan waktu yang mungkin lebih dari 3-6 bulan untuk mencapai MVP (minimum viable product) atau prototipe awal. Kalian juga harus gesit dalam memperbaiki layanan.

Timing development adalah masalah yang klasik dalam startup, kalian harus berstrategi dalam membangun aplikasi kalian. Beberapa founder memilih mempercepat konsep mereka dengan aplikasi standar. Ingat! Groupon dan CodePolitan menggunakan wordpress saat awal mereka merintis usahanya. Hal itu tidak ada salahnya, setidaknya yang perlu kalian lakukan adalah mengurangi effort kerja.

Kalian bisa menggunakan PaaS (Platfrom as a Service) untuk membangun layanan kalian, namun sayangnya biaya untuk layanan tersebut masih terkesan mahal. Dan pilihan ini mungkin tepat, atau mungkin akan masih menjadi beban biaya buat kalian.

Untuk membangun infrastruktur cloud server, jika yang kalian lakukan adalah memulai dari nol, artinya kalian harus menginstal VM dari server kosong. Belum lagi berbagai macam masalah integrasi. Waktu yang dibutuhkan terlalu panjang. Maka dari itu coba gunakan mBaas (Mobile Backend as a Service) agar kalian bisa lebih cepat merilis aplikasi yang akan kalian buat.

Yang perlu kalian sadari adalah membangun infrastruktur seiring dengan naiknya traction user kalian akan memakan banyak waktu dan tenaga. Mungkin tidak disarankan bila start pertama kalian harus membangun server sendiri dari 0 karena akan memperpanjang proses development. Semakin lama kalian menghabiskan waktu untuk development, maka semakin habis waktu kalian untuk mendeliver solusi.

Mencari CoFounder yang Tepat

Startup bukan website, bukan aplikasi, dan bukan barang/jasa. Tapi startup adalah sekumpulan orang yang melakukan eksekusi lapangan untuk mendapatkan keuntungan. Artinya yang bermain dalam startup adalah orang-orangnya. Internet adalah jalur atau media bisnisnya, aplikasi adalah mediator kalian untuk menghasilkan uang.

Jadi pilih cofounder yang memang bisa mengeksekusi pekerjaan, ajak lah orang yang hebat dalam coding untuk membangun produk, ajaklah orang yang hebat dalam marketing dalam menjual produk, ajaklah orang bisnis untuk menentukan arah dan membaca trend market.

Update kemampuan Pitching

Apakah pitch itu wajib? Iya. Lalu apakah pitch digunakan untuk menarik investor saja? Jawabannya tentu tidak. Karena pitch adalah kemampuan olah kata kalian untuk menarik perhatian orang lain. Dalam hal ini adalah calon pembeli, atau client. Hal ini penting karena orang butuh persuasif agar yakin untuk mau menggunakan layanan kalian.

Bila kalian terbiasa berbahasa coding, cobalah berbahasa yang lebih dipahami orang-orang secara global. Menjelaskan sesuatu yang non teknis akan lebih mudah dimengerti orang. Dengan begini, kalian akan paham dalam membuat solusi “pain killer” dari permasalah klien.

Berani Fundraising

Tumbuh menjadi besar adalah impian semua startup, namun untuk berani fundraising tidak semua startup bisa dan mau. Semua tergantung strategi. Carilah pendanaan bila kalian memang memiliki strategi dalam bisnis kalian. Bila kalian masih nyaman dengan modal sendiri karena masih tercukupi, maka fundraising masih belum diperlukan.

Tetapi mempersiapkan diri untuk fundraising juga bukan hal yang salah. Bila kalian sedang berada di jalur ini, maka kalian harus memikirkan tenaga dan kemampuan kalian. Karena bila kalian mendapat pendanaan dari investor maka waktu dan tenaga kalian harus di fokuskan untuk mengejar target2 tertentu.

 

5 hal ini adalah beberapa key point yang perlu disiapkan jika kalian ingin terjun ke dunia startup. Seperti yang dikatakan di awal, membangun startup tidak hanya memerlukan kemampuan coding yang hebat, insting bisnis juga perlu dikembangkan agar startup kalian bisa sukses berkembang.

Dilihat 6225 kali

Is this helpful?

Share This Post