Antara AngularJS, ReactJS atau VueJS dalam JavaScript War

Jakarta 28 Oktober yang lalu, Facebook Developer Cirlce Jakarta (Devc Jakarta) mengadakan sebuah event yang sangat menarik bagi para pengguna JavaScript. Event tersebut bernama JavaScript War dengan membahas 3 jenis JavaScript framework yaitu ReactJS, VueJS dan AngularJS.

JavaScript War ini mengundang beberapa narasumber yang ahli dalam bidangnya seperti Sonny Lazuardi Hermawan (UX Engineer Grab SG), Mulia Nasution (Co-Founder Refactory), Julian Alimin (Software Maintenance Managers Data On) serta seorang penengah Irfan Maulana (Senior Software Engineer Blibli.com).

Event JavaScript War ini merupakan event pendamping dari event utama yang akan dilaksanakan oleh Devc Jakarta yaitu Jakarta HackDay. Event dibuat dengan 2 sesi, di mana sesi pertama para narasumber menjelaskan kelebihan masing-masing JavaScript jagoannya. Sesi kedua merupakan sesi diskusi dimana para narasumber akan menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan.

Sesi 1

Pada sesi ini narasumber diberikan waktu untuk menjelaskan tentang kelebihan JavaScript jagoan masing-masing.

1. ReactJs

Penjelasan ReactJs ini akan dijelaskan oleh Sonny Lazuardi Hermawan yang merupakan UX Engineer dari Grab. Beliau menjelaskan tentang sejarah singkat ReactJS yang dibuat oleh Facebook 2011 silam untuk menangani Facebook Newsfeed.

Beliau juga menjelaskan fitur utama dalam React, setidaknya ada 3 fitur yaitu One way data flow, Virtual DOM dan JSX. Selain itu beliau memberitahukan perkembangan JavaScript zaman now yang ternyata sudah berubah jauh dari penggunaan awal JavaScript dengan munculnya ES 7 saat ini.

Kelebihan lain ReactJS menurut Sonny adalah Declarative, Functional, Maintainable, High Performance dan Developer Experience. Info terbaru dalam License React berubah menjadi MIT License dari BSD License.

2. VueJs

Github Mulia Nasution (presentasi menggunakan VueJs)

Setelah penjelasan ReactJs, kita beralih pada VueJs yang akan disampaikan oleh Mulia Nasution seorang Co-founder Refactory. VueJs dibaca vju seperti view merupakan progressive framework untuk membangun user interface di desain untuk beradaptasi dengan core library-nya hanya fokus dengan view layer only.

VueJs tidak hadir sendirian, ada tools yang membantu dalam membangun sebuah aplikasi seperti vue-cli, vue-loader, vue router, vuex. Pembicara yang akrab dipanggil Mas Mul ini juga memberitahukan bahwa ternyata pengguna VueJS saat ini sudah cukup banyak seperti Alibaba untuk Indonesia ada Blibli.com dan fakta menariknya facebook(bukti) juga menggunakan VueJs.

Mas Mul mengutarakan mengapa kalian harus belajar VueJS. Alasannya adalah karena VueJS itu Concise yang artinya dapat memberikan banyak informasi secara jelas dengan beberapa kata-kata. Freedom Component di mana komponen yang bisa mengakomodir berbagai teknologi front-end seperti pug, coffee, sass, typescript, JSX dan lain sebagainya. Documentation di VueJs sangat elegan dengan alur yang jelas.

3. AngularJs

Pembicara terakhir dari sesi pertama adalah Julian Alimin, seorang project manager di DataOn dan menggunakan Angular sejak 2014. Menceritakan sedikit pengalaman 11 tahunnya dalam dunia pemrograman beliau mengatakan bahwa tidak ada bahasa yang paling dibenci selain JavaScript karena memang dahulu memang sulit ngoding menggunakan JavaScript tidak seperti sekarang.

Julian mulai mengenal AngularJS melalui Ionic Framework yang dianggap lebih mudah dalam membuat produk. Beliau juga menceritakan kisah perubahan AngularJs kepada AngularJs 2 yang mengejutkan no backwards compatibility yang merupakan langkah yang sangat berani yang hingga kini perkembangannya sudah mencapai AngularJs 5.

Mengapa Angular baik digunakan? Salah satunya beliau mengatakan bahwa Angular menggunakan TypeScript sangat membantu dalam membangun aplikasi karena memiliki standar yang jelas dan bisa backwards compatibility yang baik dan masih banyak lagi kelebihan dalam angular seperti RxJS, Angular CLI, Ionic, Angular Material dan Angular Universal.

Kapan cocok menggunakan Angular? menurut pembicara Angular cocok digunakan untuk project besar, banyak hal yang sudah ditentukan oleh framework dan mulai pemikiran dari output.

Video replay event lengkap dapat kamu lihat di bawah ini :

Sesi 2

Di sesi 2 setelah break, diadakan sesi panel dimana para narasumber berada dalam satu panggung dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh moderator sebagai penengah yang saat itu di sampaikan oleh Irfan Maulana (Senior Software Engineer Blibli.com).

Ada beberapa pertanyaan yang di ajukan oleh mas irfan seperti killer feature yang ada di masing-masing Javascriptnya. Kubu ReactJs menjawab bahwa teknologinya memiliki performa yang bagus dan dukungan komunitas, untuk kubu VueJs kemudahan dalam penggunaan merupakan yang harus jadi pertimbangan utama, kubu AngularJs mengatakan bahwa AngularJs lengkap sebagai framework bukan hanya library.

Serta pertanyaan-pertanyaan lain dapat kamu saksikan di video replay event di bawah ini :

Jakarta HackDay dan TechTalk

Event JavaScript war ini merupakan event pendahuluan yang akan memanaskan event utama dari facebook developer circle yaitu Jakarta HackDay yang akan dilaksanakan pada 11 November 2017 yang akan datang.

Selain peserta Jakarta HackDay, pihak penyelenggara Devc Jakarta juga mengundang para developer untuk hadir pada hari Jakarta HackDay karena ada sesi #techtalk yang akan disampaikan oleh developer-developer facebook seperti Tim Hill (Developer Support Engineer Facebook), Elisha Tan (Developer programs Lead Facebook APAC), Ziyad Bazed (Engineer Facebook).

Tidak hanya sampai di sana Devc Jakarta juga menyediakan sesi #gethired dimana para startups lokal membuka recuitment-nya seperti Tokopedia, Bukalapak, Qerja, Blibli, Investree, Jualo. Penjunjung bisa membawa CV dan langsung melakukan Walk in Interview bersama para perusahaan yang hadir dalam event tersebut.

Register TechTalk : https://bit.ly/devcjkt

Dilihat kali

Is this helpful?

Share This Post