Dapatkan potongan 25% untuk pembelian kelas online selama Ramadhan. Lihat Detail Promo

Apa yang sebetulnya dilakukan rm -rf di Linux?

Ditulis oleh Muhammad Riziq Mulyadi, dipublikasi pada 06 Feb 2019 dalam kategori
Apa yang sebetulnya dilakukan rm -rf di Linux?  - CodePolitan.com

Sebelum kita mempelajari fungsi rm -rf pada linux. kita harus mengerti seperti apa linux. Linux adalah sebuah perangkat lunak yang berupa sistem operasi pada open source yang disebarluaskan secara gratis di bawah naungan lisensi GNU (Gnu Not Unix). GNU merupakan sebuah perangkat lunak yang berupa sistem operasi pada open source yang disebarluaskan secara gratis di bawah naungan lisensi GNU (Gnu Not Unix). Lisensi GNU ini memberikan program lengkap beserta sumber kodenya (source code).

Setelah tau apa itu linux, selanjutnya kita akan membahas topik yang sesungguhnya. Jadi apa sih yang dilakukan rm -rf pada linux? rm -rf kependekan dari (remove recursive files) adalah salah satu perintah dasar yang ada pada sistem operasi linux untuk direktori dan subdirektorinya. Namun kita harus hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, karena jika sudah terjadi, tidak ada perintah untuk undelete di Linux.

Selain itu, berikut beberapa contoh untuk menghapus file, menghapus direktori, menghapus beberapa file atau direktori, meminta konfirmasi, menghapus file secara rekursif dan memaksa penghapusan file.

Cara Menghapus File di Linux

Secara default, perintah rm hanya menghapus file atau file yang ditentukan pada baris perintah dan itu tidak menghapus direktori.

$ mkdir -p pkl_smkwikrama
$ touch pkl.txt
$ rm pkl.txt
$ rm pkl_smkwikrama

Pict 1 (2)

Cara Menghapus Banyak File di Linux

Untuk menghapus banyak file saat masuk, tentukan nama file satu per satu (misalnya: file1 file2) atau gunakan pola untuk menghapus banyak file (misalnya: pola yang diakhiri dengan .txt) sekaligus.

$ rm pkl.txt smkwikrama.txt  [Menggunakan Nama File]
$ rm *.txt                     [Menggunakan Pola]

Pict 2 (2)

Cara Menghapus Direktori di Linux

Untuk menghapus direktori, Anda dapat menggunakan tombol -r atau -R, yang memberitahu rm untuk menghapus direktori secara rekursif termasuk kontennya (sub-direktori dan file).

$ rm pkl_smkwikrama/
$ rm -R pkl_smkwikrama/

Pict 3 (2)

Cara Menghapus File dengan Konfirmasi Prompt

Untuk meminta konfirmasi saat menghapus file, gunakan opsi -i seperti yang ditunjukkan.

$ rm -i smkwikrama.txt

Pict 4 (2)

Cara Menghapus File atau Direktori Secara Paksa

Untuk menghapus file atau direktori secara paksa, Anda dapat menggunakan opsi -f untuk memaksa operasi penghapusan tanpa rm meminta anda untuk mengkonfirmasi terlebih dulu. Misalnya jika file tidak dapat ditulis, rm akan meminta konfirmasi kepada anda apakah akan menghapus file itu atau tidak, untuk menghindari ini dan cukup menjalankan operasinya.

$ rm -f smkwikrama.txt

Ketika anda menggabungkan perintah flags -r dan -f, itu berarti menghapus direktori (dan isinya) secara rekursif dan paksa tanpa meminta konfirmasi.

$ rm -rf pkl_smkwikrama

Pict 5 (2)

Cara Menampilkan Informasi Saat Penghapusan

Untuk menampilkan lebih banyak informasi saat menghapus file atau direktori, gunakan opsi -v, ini akan memungkinkan perintah rm untuk menunjukkan apa yang sedang dilakukan pada standar keluaran.

$ rm -rv pkl_smkwikrama

Pict 6 (2)

Belajar Perintah / rm -Rf

Anda harus selalu ingat bahwa "rm -rf" adalah salah satu perintah yang paling berbahaya, yang tidak dapat Anda jalankan di sistem Linux, terutama sebagai root. Perintah berikut ini akan menghapus semua yang ada di partisi root (/) anda.

# rm -rf  /

Buat Alias untuk perintah rm di Linux

Sebagai tindakan keamanan, Anda dapat membuat perintah rm untuk selalu meminta anda untuk mengkonfirmasi operasi penghapusan, setiap kali Anda ingin menghapus file atau direktori, menggunakan opsi -i. Untuk mengkonfigurasi ini secara permanen, tambahkan alias di file $HOME/.bashrc anda.

alias rm="rm -i"

Simpan perubahan dan keluar dari file. Kemudian source file .bashrc anda seperti yang ditunjukkan atau buka terminal baru agar perubahan diterapkan.

$ source $HOME/.bashrc

Ini hanya menyiratkan bahwa ketika anda menjalankan perintah rm, ia akan dipanggil dengan opsi -i secara default (tetapi jika anda menggunakan flag -f maka akan mengabaikan pengaturan ini).

$ rm pkl.txt
$ rm smkwikrama.txt

Pict 7 (2)

Demikian beberapa contoh penggunaan perintah rm-rf pada Linux. Pada dasarnya, hampir semua perintah dasar Linux itu sederhana dan bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan eksekusi. Tidak perlu menghafalkan satu persatu, Anda bisa menggunakan perintah “man ” untuk melihat manual dari setiap perintah. Jika tidak hafal dengan penulisannya Anda bisa menekan tombol “Tab” pada keyboard untuk menggunakan fitur auto-complete di terminal. Ayo coba dan terapkan prinsip #WajibNgulik.

Sumber: https://www.tecmint.com/linux-rm-command-examples/



Berlangganan Informasi CodePolitan Melalui Email

Jangan sampai kamu melewatkan informasi penting tentang pemrograman dan teknologi! Kamu bisa berlangganan Newsletter CodePolitan dengan cara mengisi formulir di samping.

Banner foot-promo-update is not found.