Beberapa Hal Yang Harus Kamu Pelajari Sendiri Sebagai Mahasiswa IT di Luar Jam Kuliah

Dunia kerja semakin hari semakin tangkas dan bersaing untuk mendapatkan kepuasan dan memberikan value untuk customer. Dalam dunia kerja yang dapat berubah begitu cepat, tenaga kerja diharapkan dapat menyesuakan dengan perubahan yang cepat dan menghabiskan banyak energi. Belum lagi modernisasi berbagai alat menjadi salah satu faktor pentingnya penguasaan alat atau teknologi tersebut di dunia kerja. Salah satu sumber tenaga kerja adalah dari dunia akademis, misalnya dari perguruan tinggi. Seperti yang kita tahu lulusan suatu perguruan tinggi, khususnya jurusan IT, diharapkan dapat memberikan output yang siap bekerja dan mampu bersaing untuk membuat perusahaan semakin lebih baik.

Dunia akademis memiliki sejumlah kurikulum yang sudah ditetapkan dengan visi misi dan target yang ingin dicapai oleh pendidik terhadap peserta didiknya. Namun seiring berjalannya waktu, ketika kurikulum sudah ditetapkan ada saja yang selalu missed karena perkembangan dunia IT ini yang begitu cepat. Karena bekal yang diberikan saat kuliah hanya sebagai pijakan awal saja. Mahasiswa IT dituntut untuk lebih terampil dan mandiri untuk mempersiapkan dirinya dalam menghadapi dunia kerja atau justru menciptakan lapangan kerja.

Lalu bagaimanakah agar kita dapat siap menghadapi dunia kerja bidang IT? Tentu saja belajar, dan mari kita simak beberapa perihal berikut ini.

Belajar Membuat Aplikasi

Belajar bahasa pemrograman di dunia akademis biasanya hanya terbatas hingga mata kuliah algoritma dan pemrograman. Bila kita mengikuti kuliah tersebut dengan serius, tentu saja akan menjadi awal yang bagus untuk kita sendiri. Tapi bila kita menganggap remeh, kita harus mampu memilih apa yang akan kita ambil. Bisa dibilang case yang akan dihadapi ketika bekerja akan lebih sulit dan lebih dramatis ketimbang tugas - tugas waktu kuliah. Ada kalanya kita harus meningkatkan jam terbang dari waktu yang sudah kita dapatkan di kampus. Mungkin sekarang kita dapat mulai menekuni salah satu bahasa pemrograman, katakanlah Java. Dengan bahasa pemrograman tersebut kita dapat memilih karir untuk menjadi web developer dengan menggunakan teknologi SpringMVC atau menjadi mobile developer dengan menggunakan teknologi Android.

Untuk mengejar hal tersebut, mau tidak mau kita harus merelakan waktu kita untuk bersenang - senang untuk sedikit demi sedikit mulai menaikkan kemampuan kita. Tergantung fokus kita mau kemana, dengan meluangkan waktu lebih bukan hal tidak mungkin kita dapat menguasai suatu bahasa pemrograman tanpa harus tergantung kepada mata kuliah pemrograman yang diberikan kampus. Ketika kita menggunakan suatu bahasa pemrograman, kita dapat membuat berbagai hal dengan bahasa pemrograman tersebut. Taruhlah kita senang dengan bahasa pemrograman C#. Dengan menggunakan bahasa pemrograman C# saja, kita sudah dapat mulai membuat aplikasi mobile untuk Windows Phone, aplikasi desktop untuk Windows, aplikasi web, ataupun membuat sebuah library untuk digunakan developer lain.

Baca juga: Mahasiswa IT Harus Bisa Coding

Karena bahasa pemrograman tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan tugas kuliah saja, kita dapat mulai curi start untuk membuat suatu aplikasi prakarya yang kompleks untuk membangkitkan kemampuan kita yang terpendam dalam membangun suatu aplikasi. Tentu saja kita pun harus mandiri mencari sumber belajar, entah itu dari web tutorial, slide dari kampus lain, ataupun buku yang dirilis oleh komunitas. Kalau punya uang lebih, mungkin Anda dapat membeli e-book dari toko online yang sudah banyak menyediakan buku - buku bidang IT.

Mencoba Versioning Control System

Pernahkah kita membuat aplikasi untuk tugas besar, namun untuk menggabungkan source code masih secara manual dengan copy source code dari teman - teman sekelompok kita? Ada suatu teknologi yang dinamakan dengan versioning control system. Dengan menggunakan versioning control system, kita dapat mulai berkolaborasi dengan banyak orang, mengatur source code mana yang akan digabungkan untuk dirilis pada versi tertentu, termasuk menjaga source code dari kefatalan akibat bencana yang tidak diinginkan.

Ada banyak sekali VCS yang dapat digunakan seperti Git, Mercurial, dan SVN. Salah satu VCS yang paling ramah digunakan adalah Git, karena dapat dipasang di lokal dan sudah banyak layanan Git yang tersedia baik gratis maupun berbayar. Kita dapat mengakses layanan Git gratis seperti Github, BitBucket, Gitlab, atau memasangnya sendiri di server kita dengan menggunakan software seperti GOGS (Go Git Service) atau Phabricator. Kedua software terakhir diberikan secara gratis oleh pengembangnya.

Lalu apakah keuntungan mempelajari Git atau semacamnya? Selain memang digunakan di beberapa perusahaan, menguasai Git atau SVN dapat menjadi nilai lebih bagi kita ketika nanti akan bekerja ataupun melamar kerja. Paling tidak kita dapat menjadi orang yang lebih mudah beradaptasi untuk menggunakan VCS.

Mengenal Berbagai Macam Database Relasional dan NoSQL

Coba ingat - ingat lagi, siapa yang waktu kuliah diajarkan MySQL atau Oracle? pada umumnya bila kuliah di IT akan mendapatkan materi tentang database dengan menggunakan MySQL atau Oracle. Ada juga yang menggunakan MS SQL Server bila kampus tersebut melakukan kerjasama dengan Microsoft. Untuk topik yang satu ini, mahasiswa tidak perlu terlalu khawatir karena materi dasar dan menengah sudah diberikan di kampus. Hanya saja walaupun tidak mendalam hingga dapat melakukan cluster database ataupun administrasi database tingkat lanjut, harus tetap kita pelajari di luar jam kuliah, khususnya kita coba bekerja di suatu perusahaan, karena agak sulit untuk mendapatkan infrastruktur dunia nyata bila mengandalkan perkuliahan saja. Lowongan pekerjaan saat ini masih tetap memiliki spesifikasi untuk database seperti Oracle, MySQL, PostgreSQL, ataupun MS SQL Server. Namun yang perlu ditekankan adalah kita harus menguasai lebih dalam berbagai skill dengan database tersebut seperti menguasai SQL advance, stored procedure, cluster database, administrasi database, hingga kalau bisa dapat memasang database-nya sendiri paling tidak di laptop sendiri.

Namun tidak sedikit juga ada lowongan kerja yang menuntut si pelamar untuk menguasai database yang tidak dipelajarinya di perkuliahan semisal MongoDB, Elasticsearch, ArangoDB, Neo4j, Redis, dan database non relasional lainnya. Masih jarang kampus yang memberikan kuliah tentang database non relasional, padahal di tahun 2016 ini tidak sedikit lowongan kerja yang membutuhkan skill tersebut. Bila menyerah pada "gak bisa", tentu saja pemenangnya adalah mereka yang dengan mandiri menguasai hal tersebut bisa jadi dari mahasiswa diluar jurusan IT atau malah yang sudah lama bekerja namun tetap semangat untuk menambah skill.

Kehadiran database non relasional tersebut menjadi salah satu keunggulan tambahan bagi kita, bila kita memang tertarik ke arah tersebut. Atau tetap fokus saja pada database relasional yang pernah kamu pelajari di kampus sebagai modal awal untuk berkarir.

Administrasi Server dan Jaringan

Untuk mempelajari administrasi server dan jaringan mungkin perlu waktu luang lebih untuk mempelajarinya bila fasilitas yang disediakan di perkuliahan sangat terbatas. Misal bila ingin mencoba mengetahui beberapa pengaturan web server dan database di server bersistem operasi Ubuntu, kita harus merelakan waktu kita untuk memasang server tersebut, mencari dokumentasi untuk memasang web server dan database, kemudian hingga setting host-nya. Hal praktikal semacam ini memang sulit dipelajari bila hanya mengandalkan kampus, bisa jadi kemampuan tersebut dapat kita peroleh dari forum, komunitas, kursus, atau malah diajari oleh teman kita yang hobi ngulik.

Satu - satunya sumber belajar yang bisa diandalkan adalah dokumentasi. Bila sudah terbiasa menguasai sesuatu dengan membaca dokumentasi, tentu tidak akan terlalu sulit bila suatu saat ditugasi untuk men-deploy aplikasi berbasis Node.js dengan menggunakan PM2 misalnya di server. Atau mungkin Anda ditugasi untuk menyiapkan infrastruktur untuk deploy aplikasi berbasis Django dan PostgreSQL. Memiliki kemampuan untuk mempelajari sendiri dalam waktu cepat, akan menjadi nilai lebih bagi kita karena hal tersebut akan membantu kita lebih mudah menyelesaikan tugas.

Apalagi bila Anda seorang yang ingin bertekad lulus sertifikasi CISCO atau Mikrotik. Meluangkan waktu lebih sehabis kuliah untuk membaca modul pelatihan gratis atau kumpulan soal untuk mengikuti sertifikasi tersebut lebih baik lagi bila dimanfaatkan ketimbang galau - galauan yang tidak berdasar. Apalagi kalau Anda mendapatkan kesempatan untuk melakukan setting jaringan di gedung kampus dengan menggunakan perangkat tersebut, jangan sampai kesempatan tersebut dilewatkan begitu saja.

Baca juga: Cara Enjoy Memulai Belajar Pemrograman

Pengujian Software yang Tidak Hanya Blackbox Testing

Blackbox testing menjadi salah satu pengujian yang digunakan di dunia kerja. Selain testing tersebut, Anda dapat mengeksplorasi berbagai testing yang dapat dipelajari sepulang kuliah. Beberapa teknik software testing yang dapat diulik sepulang kuliah antara lain:

  • Acceptance testing menggunakan Selenium atau Phantom.js
  • Unit testing menggunakan JUnit, UnitTest, PHPUnit, CodeCeption
  • Stress testing dengan Apache Benchmark atau Siege
  • Performance testing dengan GTMatrix
  • dan lainnya.

Mengetahui software testing akan menjadikan hal tersebut sebagai keuntungan bagi kita yang terjun di dunia software development. Materi di kampus saja tidaklah cukup, untuk menghadapi dunia kerja. Jadi tetap semangat meluangkan waktu untuk meningkatkan

Manajemen Proyek Aplikasi Perangkat Lunak

Mengelola suatu proyek mesti memiliki pengalaman yang lebih dibandingkan hanya mengetahui teorinya saja. Untuk mengetahui cara mengelola proyek skala kecil, paling tidak kita harus berani mengerjakan proyekan yang diberikan dosen ataupun yang kita terima dari orang yang membutuhkan tenaga kita. Tidak sedikit dari mahasiswa IT yang memberanikan diri untuk menyelesaikan proyek untuk membangun aplikasi bagi suatu perusahaan, padahal dia sendiri masih kuliah. Ada juga yang sudah sedari awal sejak kuliah sudah memiliki tim sendiri untuk menangani berbagai proyek yang ditanganinya.

Mengelola proyek ini bukan hanya sekedar ilmu teknis, ada juga ilmu lain seperti mengelola keuangan, mengelola tim, bernegoisasi dengan client, bahkan sampai presentasi produk agar dapat diterima dan diimplementasikan pun kita tidak akan dapatkan di perkuliahan. Memberanikan diri untuk menangani proyek atau ikut mengerjakan proyek orang lain, dapat menjadi hal yang dapat membantu kamu ketika mengikuti seleksi penerimaan karyawan di suatu perusahaan.

Menjalin Relasi

Mungkin menjalin relasi ini bukan hanya sekedar berteman, tapi lebih menjaga silaturahmi untuk tujuan bisnis. Tidak sedikit dari kita yang hobi mencari masalah dengan orang lain, dan dapat merasa menyelesaikan masalah sendiri ataupun dengan kelompok kita sendiri. Dunia kerja tidak dibatasi oleh kita sendiri atau kelompok kita sendiri tapi akan selalu ada orang lain yang harus kita hadapi dengan baik agar tidak merugikan kita di kemudian hari. Misal anggap begini, kita mungkin sering iseng kepada seorang dosen yang tidak disukai misalnya bolos pada jam kuliahnya, ataupun melakukan hal yang tidak baik padanya. Bukan tidak mungkin kita akan sulit bekerja pada suatu perusahaan karena ternyata pemilik perusahaan adalah teman dari dosen kita.

Begitupun menjaga hubungan baik dengan teman kita, bukan hal yang tidak mungkin bila teman kita akan menjadi jalan rezeki kita tanpa kita ketahui dari arah yang tak terduga. Bekerja sama dengan teman pun dapat menjadi referensi baik bagi kita sendiri, yang seperti biasa siapa tahu perusahaan yang kita sambangi ternyata berteman baik dengan teman kita. Setelah masuk dunia kerja apalagi, sangat tidak bijak apabila kita sombong dan merasa memiliki sesuatu dan berkuasa atas sesuatu padahal semua yang ada dikantor adalah milik bersama.

Sebagai mahasiswa yang kreatif, kita harus mulai membaur dengan organisasi, komunitas, atau kelompok - kelompok apapun selama positif. Walaupun teman yang kita bina bukan sejurusan, siapa tahu salah satu jalan rezeki kita malah datang dari dia. Katakanlah teman kita adalah seorang jurusan pendidikan sekolah dasar, siapa tahu suatu hari nanti dia melemparkan proyek untuk pembangunan aplikasi akademik kepada kita. Jadi tetap berteman dengan baik yah.

Baca juga: 7 "Penyakit" Mahasiswa IT yang Menyebabkan Sulit Bersaing di Industri

Etika

Mengasah etika tidak hanya harus dilakukan saat kuliah, suatu saat nanti ketika bekerja tentu kita akan berhadapan dengan orang lain, apalagi bila kita ingin menjadi seorang pemilik usaha. Bisa jadi etika merupakan skill yang akan diutamakan ketimbang kemampuan teknis kita. Etika merupakan perihal yang cukup rumit untuk diasah karena sudut pandang dari setiap orang yang kita hadapi akan berbeda dan memiliki pandangannya sendiri. Etika yang biasa dipelajari di perkuliahan biasanya fokus pada keprofesian, sedangkan ketika kerja sendiri justru etika yang lebih luas lagi yang harus kita terapkan setiap harinya.

Etika memang tidak harus dipelajari, karena nantinya akan dipelajari secara mandiri dan seiring waktu mungkin kita akan menjadi lebih baik. Beberapa sikap yang perlu kita jalankan saat magang misalnya adalah sebagai berikut:

  • berkomunikasi dengan tutur kata yang baik
  • jangan telat masuk kantor bila memang aturannya seperti itu
  • menyelesaikan masalah langsung dengan orang yang bersangkutan secara baik - baik bila memungkinkan (harusnya)
  • tidak bergosip soal teman kerja kita
  • tidak mengklaim source code yang telah kita buat sebagai milik kita sendiri apabila dalam perjanjian kontrak kerja ada peraturan seperti tersebut
  • bila resign jangan mendadak menghilang
  • dan masih banyak lainnya lagi.

Bila memang merasa butuh untuk mempelajari etika, kita dapat membeli buku yang membahas tentang etika entah itu etika profesi, etika kerja, dan etika lainnya atau mungkin berkonsultasi dengan teman kita yang sudah bekerja lebih dulu untuk mendapatkan pencerahan yang lebih nyata.

Beberapa Solusi

Bila memang ingin bekerja di bidang IT tentu saja kita harus mulai mandiri menyiapkan skill yang diperlukan untuk berhadapan dengan dunia kerja tersebut. Tanpa harus disuruh dosen, lebih baik bila kita mulai melakukan aksi nyata ketimbang mengeluh karena dosen "tidak pernah mengajarkan sesuatu" ataupun kampus hanya memberikan fasilitas yang terbatas. Beberapa langkah nyata yang bisa kita persiapkan untuk menghadapi dunia kerja begitu lulus dapat kamu pilih dari salah satu berikut ini:

  • Menjadi pengajar / instruktur di tempat les komputer dan sebidangnya atau praktikum suatu mata kuliah
  • Magang di perusahaan IT walaupun sudah pernah magang sebagai tugas kampus alias kerja praktek
  • Mengerjakan proyek yang diberikan dosen ataupun yang ditawari teman kita, karena hal tersebut dapat meningkatkan skill kita
  • Bekerja fulltime sebelum lulus, bisa jadi bekerja sambil merampungkan skripsi
  • Kalau memang masih takut untuk mulai bekerja, kita bisa mencoba untuk ngulik dengan porsi yang lebih intens dan tentu saja fokus, misal kita hanya fokus ngulik PHP, MySQL, CSS, dan suatu web framework agar nanti lebih mudah menyesuaikan bila diterima di suatu perusahaan yang memerlukan skill tersebut
  • Mengikuti seleksi kewirausahaan di bidang IT, dengan mengikuti seleksi tersebut, siapa tahu kita menjadi pencipta lapangan kerja

Selamat berkarya :D.

(codepolitan)

Dilihat 21428 kali

Is this helpful?

Share This Post