Belajar Dasar-dasar D3.js, Library JavaScript Untuk Membuat Diagram Ciamik

D3.js adalah library JavaScript yang dipakai untuk memanipulasi dokumen HTML dan menggambar diagram berdasarkan data yang diberikan. Library ini menggunakan HTML, CSS, dan SVG Untuk membuat representasi visual dari kumpulan data yang bisa dilihat diberbagai browser modern.

D3.js juga memiliki fitur untuk membuat diagram yang interaktif dengan animasi-animasi menarik.

Di tutorial ini kita akan mengenal konsep dasar penggunaan D3.js. Kita akan pelajari bagaimana menggunakannya dengan me-render sebuah diagram batang, elemen HTML dan SVG, serta menerapkan transformasi dan event ke diagram tersebut.

Mulai Menggunakan D3

Karena D3.js adalah library JavaScript, untuk memakainya kita cukup menulis baris berikut di dalam file HTML.

<script src='https://d3js.org/d3.v4.min.js'></script>

DOM Selection

Dengan D3.js kita bisa memanipulasi Document Object Model (DOM), yang artinya kita bsa memilih elemen dan memberikan berbagai jenis transformasi ke elemen tersebut.

Mari mulai dengan contoh sederhana dimana kita akan memakai D3 untuk memilih dan mengubah warna dan ukuran font tag heading.

<html>
<head>
    <title>Learn D3 in 5 minutes</title>
</head>
<body>

<h3>Today is a beautiful day!!</h3>

<script src='https://d3js.org/d3.v4.min.js'></script>

<script>
    d3.select('h3').style('color', 'darkblue');
    d3.select('h3').style('font-size', '24px');
</script>
</body>
</html>

Disini kita hanya menautkan mehod select() di objek d3 yang memilih elemen tertentu, dan diikuti dengan method style(). Di method style(), parameter pertama menentukan apa yang ingin diubah dan parameter kedua memberikan nilai yang baru. Berikut hasilnya:

img

Data Binding

Konsep berikutnya yang perlu dipelajari adalah data binding karena konsep ini sangat penting di D3. Dengan menggunakannya, kita bisa mengisi atau memanipulasi elemen DOM secara realtime.

di HTML kita, tambahkan sebuah tag <ul>:

<ul> </ul>

Kita ingin mengisi unordered list tersebut dengan sebuah objek data. Berikut kode JavaScript-nya:

<script>
    var fruits = ['apple', 'mango', 'banana', 'orange'];
    d3.select('ul')
        .selectAll('li')
        .data(fruits)
        .enter()
        .append('li')
        .text(function(d) { return d; });
</script>

Pada kode JavaScript di atas, D3 membaca elemen <ul> dan seluruh elemen <li> di dalamnya menggunakan select() dan selectAll(). Agaknya aneh kita membaca elemen li yang belum kita tamahkan disana, tapi begitulah cara kerja D3.

Kita lalu mengirimkan data dengan method data(), dan memanggil enter() yang akan mengulangi (melakukan looping atau perulangan) method-method di bawahnya (append dan text) sampai isi arrray fruits habis di baca satu persatu.

Dengan kata lain, perintah tersebut, menambahkan sebuah <li> untuk setiap item di dalam array. Untuk setiap tag li, ia juga menambahkan teks didalamnya menggunakan mehod text(). Parameter d didalam text() adalah fungsi callback yang mengarah ke elemen di dalam array saat looping terjadi (apple, mango, dst satu persatu).

Berikut hasilnya:

img

Membuat Elemen SVG

Scalable Vector Graphics (SVG) adalah sebuah cara untuk me-render elemen grafis dan gambar ke dalam DOM. Karena SVG berbasis vector, maka ia ringan dan scalable (bisa diperbesar/perkecil tanpa mempengaruhi kualitas). D3 menggunakan SVG untuk menciptakan gambar-gambarnya, sehingga SVG menjadi pondasi utama library ini.

Pada contoh di bawah, sebuah kotak digambar menggunakan D3 di sebuah kontainer SVG.

//Select SVG element
var svg = d3.select('svg');
//Create rectangle element inside SVG
svg.append('rect')
   .attr('x', 50)
   .attr('y', 50)
   .attr('width', 200)
   .attr('height', 100)
   .attr('fill', 'green');

D3 akan me-render elemen kotak di DOM. Ia pertama memeilih elemen SVG dan menggambar kotaknya di dalam elemen tersebut. Ia juga mengatur koordinat x dan y juga lebar, tinggi, dan warna isinya di method attr().

img

Membuat Diagram Batang

D3 memungkinkan kita untuk membuat berbagai jenis diagram agar bisa merepresentasikan data dengan lebih efisien. Pada contoh di bawah, kita membuat diagram batang sederhana dengan D3.

Mari mulai dengan membuat tag SVG di HTML.

<svg width='200' height='500'></svg>

Lalu, kita tulis kode JavaScript yang kita butuhkan untuk merender diagram tersebut di tag <svg>:

var data = [80, 120, 60, 150, 200];
var barHeight = 20;
var bar = d3.select('svg')
          .selectAll('rect')
          .data(data)
          .enter()
          .append('rect')
          .attr('width', function(d) {  return d; })
          .attr('height', barHeight - 1)
          .attr('transform', function(d, i) {
            return "translate(0," + i * barHeight + ")";
          });

Pada kode di atas, kita memiliki sebuah array yang berisi angka-angka untuk ditampilkan di diagram batang kita tadi. Setiap item di dalam array akan mengisi satu batang.

Setelah memilih elemen svg dan rect, kita mengirim data dengan method data() dan memanggil enter() untuk melakukan looping kode-kode di bawahnya sampai isi array habis di baca.

Untuk setiap item, kita menggambar sebuah kotak dan mengatur lebarnya sesuai dengan nilai yang dimiliki. Kita lalu mengatur tinggi setiap kotak dan untuk menghindari overlapping, kita memberikan padding dengan mengurangi barHeight sebesar 1.

Kita lalu memberikan sebuah transformasi agar kotak-kotak tersebut berada kotak sebelumnya. Fungsi transform() menerima fungsi callback yang mengambil data dan indeks data tersebut sebagai parameter. Kita memodifikasi nilai y kotak dengan mengalikan index dengan tinggi kotak.

Berikut hasilnya:

img

Event Handling

Terakhir, mari kita lihat bagaimana event handling di D3. Pada contoh di bawah kita menghubungkan event klik dengan sebuah button lalu menambahkan sebuah tag heading ke dalam tag body di event handler-nya.

d3.select('#btn')
        .on('click', function () {
            d3.select('body')
               .append('h3')
               .text('Today is a beautiful day!!');
        });

Jadi, ketika kita mengklik buttont ersebut, akan muncul text di bawahnya:

img

Kesimpulan

D3.js adalah library JavaScript yang powerful, namun masih mudah untuk dipakai membuat diagram dengan HTML, CSS, dan SVG.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Diterjemahkan dari: freecodecamp

Dilihat kali

Is this helpful?

Share This Post