Gimana Sih Proses Rekrutmen Seorang Programmer Itu? - Kasus 1

Ok, banyak yang penasaran dengan bagaimana alur rekrutmen sebuah perusahaan terhadap pekerjaan yang kita sebut dengan "programmer". Memang programmer itu ada banyak sekali, ada web developer, backend developer, mobile developer, system engineer, dan lainnya. Namun kita ambil salah satu kasus saja yaitu bagaimana suatu perusahaan merekrut seorang web / mobile / backend developer untuk meningkatkan bisnisnya.

Kasus ini diambil dari kisah nyata seorang kontributor Codepolitan yang telah mencoba proses rekrutmen di beberapa perusahaan.

Suatu ketika kontributor kami sebut saja si Alex, mencoba mengikuti interview yang diselenggarakan sebuah perusahaan reservasi tiket on-line.

Pertama si Alex melihat lowongan pekerjaan di halaman karir resmi yang dirilis oleh perusahaan tersebut. Disana tertera ada lowongan PHP Programmer karena si Alex memenuhi kriteria tersebut. Lantas dia mengirim CV via e-mail kepada HRD yang ada di perusahaan tersebut.

Selang 2 minggu, si Alex mendapatkan panggilan dari HRD perusahaan tersebut, dan mengundangnya ke kantor untuk mengikuti proses interview. Bila saja si Alex tidak dipanggil lebih dari dua minggu ada beberapa kemungkinan:

  • Perusahaan tersebut memangtidak membutuhkan si Alex
  • Lowongan pekerjaan untuk posisi tersebut sudah diisi oleh orang lain dan akhirnya si Alex tidak dipanggil
  • Antrian yang panjang dan tidak memungkinkan proses interview dalam waktu cepat

Berikutnya, si Alex disuguhi beberapa paket psikotes mulai dari mengisi lembar pauli, mengisi uji kepribadian, dan lainnya. Waktu yang dibutuhkan pun tidak cukup sehingga setelah sore hari, si Alex di suruh pulang terlebih dahulu, dan meneruskan proses interview di lain hari. Si Alex bisa saja tidak dipanggil lagi karena masalah psikologi, namun si Alex beruntung karena setelah satu minggu akhirnya si Alex dipanggil kembali untuk wawancara teknikal bersama project manager dan senior programmer di perusahaan tersebut.

Pada kesempatan tersebut si Alex di tanya seputar pengetahuan yang dia ketahui mulai dari PHP, MySQL, web scraping, web service, web development, version control system, dan seputar produk yang dikeluarkan perusahaan. si Alex juga ditanya pernah bekerja dimana, hanya saja karena dia fresh graduate, sehingga dia hanya bercerita kalau pernah magang dan mengerjakan proyek freelance saja.

Setelah cukup sesi tanya jawabnya, si Alex diberi paket soal yang harus dikerjakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan programming si Alex dalam membangun aplikasi web. Aplikasi yang harus dikerjakan adalah aplikasi sederhana yang terdiri dari create, read, update, delete dan memiliki sistem autentikasi sederhana ditulis dengan HTML, CSS, Javascript, MySQL, dan PHP.

Setelah pusing mengerjakan live coding tersebut, si Alex diberi semangat oleh para pewawancara dan memberinya saran untuk menunggu hasil. Bila 2 minggu belum ada kabar, kemungkinan si Alex tidak diterima di perusahaan tersebut.

Namun beruntung Alex dipanggil kurang dari 2 minggu untuk bertemu langsung dengan CEO perusahaan tersebut, saat bertemu si Alex diwawancara lagi seputar kepribadian dan kesehariannya, dan yang terpenting adalah nego gaji. Sayangnya karena dia fresh graduate. Maka dia harus rela menerima UMR terlebih dahulu. Namun tentu saja kesempatan ini tidak boleh disia - siakan karena dapat menjadi pondasi untuk karirnya di masa mendatang.

Setelah bertemu dengan CEO, minggu depannya si Alex mulai bekerja dan berada dibawah suatu tim yang mengerjakan sistem reservasi tiket online untuk pesawat, hotel, dan kereta api.

Dilihat 554 kali

Is this helpful?

Share This Post