Google Rilis Android Studio 3.1 dengan Dex Compiler Baru Untuk Perkecil Ukuran APK

Tak perlu lama menunggu, kini Android Studio 3.1 sudah bisa di unduh melalui kanal rilis stable. Rilis baru Android Studio ini fokus memperbaiki kualitas produk dan produktifitas proses pengembangan aplikasi. Ada juga beberapa fitur baru yang hadir di Android Studio 3.1 yang sudah bisa dipakai. Berikut perbaikan dan penambahan fitur baru di Android Studio 3.1

Kotlin Lint Check

Hari demi demi, dukungan akan bahasa pemrograman Kotlin di Andorid Studio makin baik. Android Studio 3.1 telah ditingkatkan Lint code quality check-nya sehingga kita bsia melakukan linting kode langsung dari IDE atau melalui CLI.

img

Database Code Editing

Sekarang kita bisa menulis kode SQL/Room dengan lebih mudah di Android Studio 3.1 Rilis ini menawarkan auto-complete untuk deklarasi @Query, refactoring perintah SQL yang lebih baik, dan navigasi kode SQL di dalam project.

img

IntelliJ Platform Update

Sebagai salah satu turunan IntelliJ, Android Studio 3.1 turut menurunkan perbaruan dari IntelliJ 2017.3.3 yang membawa fitur-fitur baru diantaranya Kotlin language intention dan built-in support untuk preview gambar SVG.

D8 Dex Compiler

D8 kini menjadi dex compiler default di Android Studio 3.1 menggantikan DX compiler yang lama. Penggunaan D8 dapat membuat ukuran file menjadi lebih kecil, step debugging yang lebih akurat, dan proses build yang jauh lebih cepat.

New Build Output Window

Android Studio 3.1 memiliki window baru yang menampilkan status build dan error di menu tree baru. Perubahan ini juga membawa pesan Gradle ke window yang baru.

img

Quick Boot

Quick Boot memungkinkan kita untuk me-resume sesi Android Emulator dalam waktu kurang dari 6 detik. Lamanya proses loading Android Emulator menjadi momok bagi developer Android dan kini permasalahan tersebut sudah diselesaikan melalui fitur ini. Fitur quick boot akan aktif secara otomatis disemua Android Virtual Devices.

img

System Images and Frameless Device Skins

Versi terbaru emulator Android kini mendukung Google Play Store dan Google APIs di API 24 (Nougat) - API 27 (Oreo). Skin (case) untuk emulator juga sudah di-update untuk memiliki mode frameless sehingga bisa membantu menguji perangkat di rasio 18:9 atau API DisplayCutout di Android P Developer Preview.

img

C++ CPU Profiling

Tahun lalu, dengan Android Studio 3.0, kita sudah bisa menikmati Android profilers untuk menguji penggunaan CPU, Memory, dan Network Activity di aplikasi. Dengan Android Studio 3.1, sebagai pelengkap profiler aplikasi Kotlin dan Java, Android Studio sekarang bisa melakukan profiling kode C++.

img

Network Profiler Updates: Threads & Network Request

Network Thread View ditambahkan untuk membantu menganalisis multithreaded network traffic. Network Request Tab juga ditambahkan untuk menyelami network request saat sedang berjalan.

img

Penutup

Semua fitur-fitur di atas bisa pembaca nikmati jika telah memperbarui Android Studio ke versi 3.1. Silahkan update melalui menu yang telah tersedia di jendela Welcome to Android Studio dengan dengan mengunduhnya langsung di sini.

Sumber: android-developers.googleblog.com

Dilihat kali

Is this helpful?

Share This Post