Jadilah Programmer Mobile Masa Depan Dengan Mengikuti Program Belajar Refactory

Indonesia punya potensi bisnis teknologi yang cerah. Banyak startup dalam negeri mendapat pendanaan atau profit yang amat besar. Bahkan beberapa diantaranya telah mencatatkan diri ke dalam klub Unicorn (istilah bagi perusahaan dengan valuasi lebih dari 10 Triliun Rupiah) seperti Gojek dan Traveloka. Dengan semakin besarnya pendapatan, baik dari keuntungan langsung maupun pendanaan dari investor, maka semakin besar pula kebutuhan akan programmer untuk membantu perusahan-perusahaan tersebut terus berkembang meningkatkan kualitas teknologinya.

Ditengah meningkatnya kebutuhan pasar akan programmer, nyatanya hanya 6% perusahan IT yang dapat dengan mudah menemukan talenta yang mereka butuhkan. Sisanya? Harus mati-matian mencari ke pelosok negeri. Hal ini bahkan menyebabkan bajak-membajak programmer marak terjadi.

Indonesia memiliki banyak kampus IT yang sebetulnya dapat dengan mudah menyuplai sumber daya manusia yang sesuai dengan tren pasar. Namun, akibat lambatnya perbaruan kurikulum yang tak mampu mengejar pergerakan teknologi dan masalah-masalah lain, membuat hal ini sulit terjadi. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah nyata yang terjadi saat ini, Refactory mencoba mengambil peran. Refactory merupakan perusahaan penyelenggara bootcamp pemrograman untuk mengatasi kurangnya sumber daya manusia yang tidak sejalan dengan kebutuhan pasar.

screenshot from 2016-12-20 09-14-40

“Fakultas Computer Science di Indonesia ini tidak lagi mampu mengejar apa yang terjadi di dunia industri teknologi. Mereka gagap. Kurikulum tidak up-to-date. Dosen dipaksa mengurus problem administrasi ketimbang tugas utamanya. Researcher yang mengejar publikasi dan paten internasional malah diributkan dengan laporan keuangan. Sebagai satu fakultas, CS tampak tidak terjangkau oleh pelajar SMK yang justru benar-benar punya passion - tersisih dengan lulusan IPA yang tidak terlalu punya passion tapi hanya memilih Computer Science karena prestise. Tak banyak lulusan Computer Science di kampus kita yang karir akhirnya benar-benar jadi programmer,” ungkap Taufan Aditya, spokesman Refactory.

Siapa itu Refactory?

Refactory merupakan perusahaan penyelenggara program bootcamp pemrograman. Mereka bertujuan untuk mengatasi sulitnya perusahaan-perusahaan teknologi menemukan sumber daya manusia yang mereka butuhkan dengan melatih calon programmer secara intensif selama 3 bulan.

Program bootcamp intensif selama 3 bulan ini akan berjalan selama 6 hari tiap minggunya. Dalam 6 hari dalam seminggu selama masa bootcamp berlangsung, peserta akan dibimbing di bawah mentor yang berpengalaman yang sebagian besar pernah bekerja di perusahaan-perusahaan asing.

Mobile Programming dengan React Native

Refactory berkomitmen untuk menciptakan progrmamer mobile berkualitas yang siap bekerja di perusahaan manapun. Untuk mencapai tujuan ini Refactory telah menyiapkan kurikulum khusus untuk menciptakan programmer berkualitas global dalam waktu 12 minggu.

react-native-logo

Selama mengikuti program bootcamp di Refactory, peserta akan mempelajari teknologi JavaScript menggunakan framework React Native untuk menciptakan aplikasi mobile. JavaScript dipilih karena relatif lebih mudah dipelajari dibandingkan dengan Java untuk Android atau Objective-C dan Swift untuk iPhone.

Bantuan Biaya Pendidikan

Refactory sadar bahwa tidak semua calon peserta memiliki dana yang cukup untuk mengikuti program bootcamp seperti ini. Oleh karena itu, mereka telah bekerjasama dengan beberapa penyedia dana pendidikan untuk membantu calon peserta yang kesulitan dengan masalah biaya.

Kelebihan unik yang dimiliki oleh Refactory adalah peserta berkesempatan untuk langsung mendapat gaji sambil menyelesaikan program bootcamp-nya dengan mengerjakan project sungguhan dari partner Refactory. Dengan demikian, investasi yang peserta berikan untuk Refactory akan kembali sejak bulan pertama.

Bagaimana Cara Bergabung?

Refactory tidak membatasi siapa yang ingin ikut menimba ilmu di program bootcampnya. Namun, karena dalam waktu 3 bulan lulusan disiapkan untuk jadi mobile developer yang siap kerja di level medium to high, maka Refactory membutuhkan calon peserta yang telah memiliki pengalaman ngoding sebelumnya. Untuk memastikan hal ini, akan ada tes online bertempat di website Refactory.

Selain pengalaman ngoding, calon peserta juga wajib memiliki kemampuan Bahasa Inggris dasar untuk menopang kegiatan belajarnya. Pembaca Codepolitan tentu menyadari betapa pentingnya kemampuan Bahasa Inggris bagi programmer.

Berikut ini persyaratan yang diberikan bagi calon peserta program bootcamp Refactory:

  1. Penduduk Indonesia.
  2. Benar-benar ingin berprofesi sebagai mobile programmer.
  3. Bisa tinggal di Bandung selama pelatihan berlangsung.
  4. Mengerti dasar dasar pemrograman : peserta harus lulus dari test online di website.
  5. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris dasar - atau setidaknya peserta berkomitmen untuk memiliki kemampuan tersebut selama pelatihan.

Pembukaan Bootcamp Batch 1 Tahun 2017

15025290_368927813453015_5636611311860941767_o

Saat ini Refactory sedang membuka pendaftaran program bootcamp batch 1 di tahun 2017. Pendaftaran untuk batch pertama akan berakhir pada tanggal 23 Desember 2016. Jika pendaftaran dilakukan lewat dari tanggal 23 Desember, maka pembaca akan dimasukkan ke batch 2 pada bulan Februari 2017.

Program bootcamp akan berlangsung di Jl. Dago 84 di jantung Kota Bandung. Refactory menjanjikan tempat yang nyaman, mudah dijangkau, dan memiliki iklim belajar yang baik untuk memastikan peserta mendapatkan pengalaman terbaiknya.

Ingin menjadi programmer mobile yang dikejar-kejar perusahaan? Buruan bergabung bersama Refactory dengan mendaftar di situs resminya, https://refactory.id

Dilihat 8618 kali

Is this helpful?

Share This Post