Ngoding di Terminal dengan Vim Bagian 1: Perkenalan

Ditulis oleh Lobot Hijau, dipublikasi pada 19 Feb 2018 dalam kategori Tutorial
Ngoding di Terminal dengan Vim Bagian 1: Perkenalan

Apa Itu Vim?

Pembaca mungkin telah familier dengan Atom, Sublime Text, Notepad++, atau Visual Studio Code. Vim adalah program komputer yang dipakai untuk menulis teks (text editor/editor teks) sama seperti program-program di atas.

Vim merupakan singkatan dari Vi iMproved yang dirilis pertama kali tahun 1991. Vim merupakan tiruan editor yang sudah ada bernama vi dengan menambah beragam fitur baru (perhatikan lagi kepanjangan dari vim). Vi sendiri sudah ada sejak tahun 1972.

Mengapa Belajar Vim?

Saat akan mempelajari sesuatu, tentu kita perlu melihat keuntungan apa yang bisa didapatkan dari vim. Mengapa belajar vim?

Pertama, vim merupakan salah satu editor dengan basis pengguna setia yang cukup besar. Bayangkan, sejak dirilis pada tahun 1991 (atau 1976 untuk vi), penggunanya masih pada setia, masih banyak sekali. Kalau pembaca pernah nonton video tutorial di Youtube mungkin pernah melihat developer yang memakainya.

Kedua, vim tersedia secara gratis. Ya, jaman sekarang memang mayoritas editor teks tersedia secara gratis sehingga alasan ini mungkin kurang kuat untuk mendorong pembaca belajar menggunakan vim.

Ketiga, vim ada di mana-mana (maksudnya diberbagai sistem). Vim tersedia di Linux, Windows, Mac OS X, BSD, atau sistem Unix lain. Well, memang editor teks lain juga tersedia untuk berbagai sistem sih, jarang ada editor yang khusus hanya untuk satu sistem saja (seperti Notepad++ atau TextMate yang hanya ada di Windows dan Mac). Tapi, kelebihan lain dari vim adalah dia bisa dipakai untuk ngoding di terminal. Kelebihan ini tentu sangat berguna bagi developer yang sering bekerja dengan sistem remote yang bisanya terhubung lewat SSH atau sesi Putty.

Alasan keempat adalah efisien (untuk yang sudah terbiasa). Jika sudah cukup familier dengan cara kerja vim, kita bisa menulis atau mengedit file teks apapun dengan lebih efisien memanfaatkan sistem shortcut yang ada di dalamnya. Untuk pemula, saat pertama menggunakan vim mungkin akan terasa ribet tapi saat sudah cukup terbiasa, kita bisa menggunakannya dengan lebih cepat.

Alasan yang kelima adalah fleksibel. Kita bisa menggunakan vim apa adanya atau menambahkan berbagai plugin yang bisa menambah fitur ekstra seperti filetree, git integration, syntax highlighting untuk bahasa tertentu, autocomplete, dsb. (semacam packages kalau di Sublime Text atau Extensions kalau di Visual Studio Code).

Alasan yang keenam, ya sekedar mencoba hal baru. Mungkin ada yang beranggapan, kan sudah ada Sublime ngapain repot-repot belajar ngetik lagi di editor yang beda?. Terkadang, dengan mempelajari sesuatu yang baru atau berbeda kita bisa sedikit lebih mengapresiasi hal lain. Misalnya, saat belajar bahasa asing seperti Mandarin atau Jepang kita jadi bisa lebih bersyukur bahwa Bahasa Indonesia memiliki sistem yang lebih mudah (tapi entah kenapa nilai ujiannya kecil terus).

Memasang Vim

Cukup dengan pendahuluannya, sekarang kita mulai masuk ke bagian yang lebih teknis. Untuk menggunakan vim tentu saja kita perlu memasangnya terlebih dahulu. Disini kita akan menggunakan Vim 8.0, versi terbaru saat tulisan ini dibuat.

Seperti yang sebelumnya sudah disinggung, vim tersedia untuk hampir semua jenis sistem operasi. Tapi kita disini hanya akan menyinggung tiga sistem operasi paling populer yaitu Linux, Windows, dan Mac.

Windows

  1. Kunjungi laman Dowload di situs resmi vim.
  2. Unduh file gvim80.exe .
  3. Lakukan proses pemasangan seperti biasa.

Mac OS X

  1. Pasang homebrew terlebih dahulu disini. (Setelah selesai jalankan export PATH=/usr/local/bin:$PATH)
  2. Jika memiliki homebrew, lakukan update terlebih dahulu dengan perintah brew update.
  3. Pasang vim dengan perintah brew install vim && brew install macvim
  4. Terakhir jalankan perintah link macvim

Perintah untuk menjalankan vim dari terminal di Mac OS X adalah mvim.

Linux

Untuk sistem Linux atau Unix (Keluarga BSD, Solaris, dkk.), pemasangan vim bisa dilakukan dengan menggunakan package manager masing-masing sistem. Sebelumnya, coba dulu buka aplikasi terminal lalu jalankan perintah vim untuk memeriksa apakah vim sudah terpasang atau belum karena beberapa sistem sudah memasang vim secara otomatis.

Debian/Ubuntu/Linux Mint/elementaryOS

Untuk keluarga Debian (yang menggunakan apt), vim bisa dipasang dengan perintah sudo apt install -y vim (ganti apt dengan apt-get jika tidak bisa dipanggil).

Fedora/Cent OS/Red Hat

Untuk Fedora jalankan perintah sudo dnf install vim sedangkan untuk Cent OS dan Red Hat bisa menggunakan perintah sudo yum install vim

OpenSUSE

Untuk pengguna OpenSUSE, pemasangan vim bisa dilakukan dengan perintah sudo zypper install vim.

Versi Grafis atau Terminal?

Vim memiliki dua versi yaitu versi terminal dan versi GUI. Tutorial ini secara khusus akan mempelajari vim di terminal meskipun apa-apa yang kita pelajari di sini juga bisa diaplikasikan di vim versi GUI.

Menjalankan Vim Untuk Pertama Kali

Setelah memasangnya, sekarang buka aplikasi vim di terminal dengan perintah:

$ vim

Akan muncul aplikasi vim seperti pada gambar (penulis menggunakan Ubuntu 17.10):

Normal Mode dan Insert Mode

Vim memiliki sebuah sistem yang cukup berbeda dengan kebanyakan editor teks lain. Di editor lain, begitu kita aplikasinya kita dapat langsung mengedit file. Akant etapi di vim, saat pertama kali membuka editornya kita akan dihadapkan di sebuah mode yang bernama normal mode.

Normal Mode

Normal mode adalah sebuah mode dimana kita bisa menjalankan kumpulan perintah yang tersedia. Ya, vim memiliki perintah-perintah khusus dalam pengoperasiannya, misalnya untuk menyimpan atau keluar dari aplikasi. Mungkin ada dari sebagian pembaca yang tidak sengaja membuka vim (biasanya saat melakukan commit dengan Git) dan bingung bagaimana menutup aplikasi vim yang muncul di terminal (bahkan ada pertanyaan di Stackoverflow yang di vote sampai 2377 kali) karena tidak ada tombol close atau exit.

Setiap perintah di vim dimulai dengan tanda :. Sehingga, untuk keluar dari vim kita harus menuliskan :quit atau :q saja lalu tekan tombol ENTER. Perhatikan perintah di sisi bawah gambar berikut ini:

Insert Mode

Mode yang kedua bernama insert mode, dimana kita bisa menuliskan sesuatu ke dalam vim. Untuk mengaktifkan insert mode, kita harus menekan tombol i (tanpa :). Perhatikan tulisan -- INSERT -- di bagian bawah gambar berikut ini:

Tulisan -- INSERT -- menandakan bahwa tombol karakter manapun yang kita tekan akan dimasukkan ke file teks yang sedang dibuka. Apabila selesai menulis dan ingin menjalankan perintah-perintah vim lain, tekan tombol . Saat tombol ditekan, kita akan keluar dari insert mode dan kembali ke normal mode.

Membuat dan Menyimpan File Baru

Untuk membuat file baru di vim ada dua cara. Cara yang pertama ialah dengan menentukannya saat pertama kali menjalankan vim. Misalnya kita bisa membuat file baru bernama halo_codepolitan.txt dengan perintah:

$ vim halo_codepolitan.txt

Masukkan teks "Halo Codepolitan" dan simpan dengan perintah :w (huruf w dari kata write). Sebelum disimpan, file halo_codepolitan.txt belum akan muncul.

Kemudian cara yang kedua ialah dengan menentukannya saat menyimpan. Misalnya kita menjalankan vim hanya dengan perintah vim tanpa menentukan nama file di awal. Lalu kita masukkan teks "Halo Codepolitan". Terakhir ketikkan perintah :w halo_codepolitan di normal mode.

Perhatikan nama file baru yang muncul di bagian bawah editor.

Penutup

Di artikel ini kita telah belajar apa itu vim, bagaimana memasangnya, mode-mode yang ada di vim, serta dasar-dasar penggunaan vim. Selanjutnya kita akan belajar bagaimana melakukan navigasi teks di dalam vim.

Daftar referensi:

Berlangganan Informasi CodePolitan Melalui Email

Jangan sampai kamu melewatkan informasi penting tentang pemrograman dan teknologi! Kamu bisa berlangganan Newsletter CodePolitan dengan cara mengisi formulir di samping.

Promo potongan 10% untuk bergabung dalam kelas online Menjadi Web Programmer