REISUB, Cara Teraman Restart Linux Saat Not Responding

Sering sekali saat bekerja kita mengalami masa dimana sistem operasi tidak merespon setiap input dan tidak dapat melakukan operasi apapun atau yang sering dikenal dengan istilah not responding. Saat komputer mengalami not responding di sistem operasi Windows, biasanya kita akan menekan tombol CTRL-ALT-DEL untuk membuka Task Manager, lalu melakukan memilih menu (meskipun tidak selalu berhasil). Namun di Linux, CTRL-ALT-DEL lebih sering tidak berhasil untuk dilakukan saat komputer hang sehingga memaksa kita untuk mematikannya secara paksa lewat tombol power.

Mematikan komputer lewat tombol power sangat tidak disarankan karena bisa merusak performa komputer itu sendiri. Hardisk yang dipaksa berhenti secara paksa dapat meningkatkan resiko mengalami kerusakan akibat bad sector. Oleh karena itu selalu usahakan untuk mematikan komputer dengan benar. Lalu bagaimana saat komputer betul-betul mengalami hang/not responding dan sama sekali tidak bisa diapa-apakan lagi selain dimatikan paksa?

REISUB

Linux memiliki sebuah trik yang bisa memaksa sistem Linux melakukan restart meskipun sedang dalam kondisi not responding. Caranya ialah dengan menahan tombol ALT + PrntSct/SysRq diikuti tombol R + E + I + S + U + B (jika ingin melaukan shutdown, gunakan R + E + I + S + U + O). Dengan menggunakan kombinasi tombol tersebut, kita bisa melakukan restart dengan cara yang lebih aman tanpa menekan tombol power secara paksa atau yang lebih parah, mencabut kabel power/baterai. Jadi, apa yang sebetulnya dilakukan oleh Linux saat menekan kombinasi tombol di atas?

Rupanya, Linux memahami kombinasi-kombinasi tombol tertentu yang melibatkan PrintScr/SysRq. Diantara kombinasi-kombinasi tersebut adalah REISUB dan REISUO. Berikut ini langkah-langkah yan gdilakukan setiap tombol:

  • R: Merubah sistem keyboard dari raw mode ke XLATE mode
  • E: Mengirim sinyal SIGTERM ke semua proses selain init (proses induk)
  • I: Mengirim sinyal SIGKILL ke semua proses selain init (proses induk)
  • S: Melakukan sinkronisasi semua filesystem yang di-mount
  • U: Melepas semua filesystem yang ter-mount dalam read-only mode
  • B: Melakukan proses reboot untuk sistem tanpa melepas partisi atau melakukan sinkronisasi filesystem yang terpasang

Sumber: blog.kember.net

Dilihat kali

Is this helpful?

Share This Post