Tips Memilih Laptop Untuk Programming

Ditulis oleh Lobot Hijau, dipublikasi pada 11 Dec 2018 dalam kategori Opini
Tips Memilih Laptop Untuk Programming

Saat belajar programming, tidak sedikit orang bertanya-tanya sebetulnya laptop seperti apa sih yang bagus untuk dipakai? Apalagi dengan puluhan merk dan ratusan tipe laptop yang tersedia di toko-toko komputer membuat kita semakin bingung dalam memilih.

Jawaban atas pertanyaan tersebut sebetulnya sederhana saja. Semua laptop bisa dipakai untuk melakukan programming. Eeeit, ada tapinya. Meski semua laptop bisa dipakai untuk programming, tapi semakin sesuai tipe laptop yang dipakai dengan jenis progamming yang dilakukan, maka akan semakin produktif juga seorang programmer dalam bekerja. Selain itu, ada jenis programming yang hanya bisa dilakukan di laptop tertentu karena batasan yang diberikan.

Salah Jurusan Kuliah, Harus Gimana?

Secara umum, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam memilih laptop untuk programming yaitu:

  • Portabilitas
  • Resolusi layar
  • Kecepatan CPU
  • Jumlah memori (RAM)
  • Jenis dan ukuran hardisk
  • Keyboard
  • Baterai
  • Sistem Operasi
  • Kartu Grafis

Mari kita bahas satu persatu.

1. Portabilitas

Portabilitas merupakan alasan utama mengapa programmer menggunakan laptop. Laptop memungkinkan kita untuk bekerja kapan saja dan dimana saja dengan atau tanpa listrik (namun memiliki waktu terbatas).

Jika pembaca merupakan jenis programmer yang akan sering berpindah-pindah, maka laptop dengan ukuran layar 13 atau 14 inci adalah jenis laptop yang paling bagus karena memiliki ukuran yang relatif lebih kecil. Namun, jika tidak terlalu sering berpindah-pindah dan membutuhkan spesifikasi yang lebih tinggi, pilihlah laptop dengan layar 15 inci. Biasanya (tidak selalu) laptop dengan layar 15 inci memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dibanding laptop berlayar 13 atau 14 inci.

2. Resolusi Layar

Meski terlihat sepele, kerapatan layar dapat memiliki peran yang sangat penting bagi seorang programmer. Hal ini karena sebagian besar waktu kita akan dipakai melihat ke layar tersebut.

Mayoritas laptop memiliki resolusi 1366x768. Resolusi ini tidak memiliki cukup tempat untuk melakukan multitasking. Ditambah lagi, teks yang ditampilkan juga terlihat kurang tajam namun sudah mencukupi untuk melakukan progamming secara umum.

Resolusi yang paling baik adalah 1920 x 1080 atau biasa dikenal dengan istilah Full HD. Resolusi ini memiliki ruang yang cukup luas untuk melakukan multitasking karena bisa menampilkan beberapa window bersamaan tanpa kehilangan informasi yang dibutuhkan. Ketajaman layarnya juga sangat baik dan pasti akan memanjakan mata.

Untuk layar beresolusi 1920 x 1080 biasanya hanya ada di komputer dengan spesifikasi yang agak tinggi dengan layar 15 inci. Ada beberapa tipe laptop 13 atau 14 inci yang memiliki resolusi Full HD tapi sangat jarang dan biasanya merupakan laptop kelas atas yang cukup mahal.

Sebetulnya ada satu jenis resolusi lain yang tersedia yaitu 4K atau retina display. Resolusi 4K adalah jenis resolusi berukuran 4096 x 2160 dan retina display adalah istilah Apple untuk mendeskripsikan resolusi yang besar ini.

Sumber gambar: audioholics

Meski memiliki resolusi yang sangat tinggi dengan ketajaman yang luar biasa, layar 4K akan memakan sumber daya juga lebih besar sehingga akan menghabiskan baterai lebih cepat. Jika tidak benar-benar melakukan pekerjaan yang membutuhkan resolusi sangat besar (seorang desainer sepertinya lebih membutuhkan layar beresolusi tinggi), cukup usahakan layar beresolusi Full HD.

Jangan terlalu memaksakan diri jika budget memang tidak mencukupi, layar 1366 x 768 pun sebetulnya sudah cukup. Multitasking pun masih bisa dilakukan, ya meskipun terbatas hanya untuk dua aplikasi secara bersamaan (bagian kiri dan kanan). Bagaimana kalau butuh lebih dari dua? Cukup gunakan ALT + TAB saja.

Apa Saja yang Harus Dipelajari untuk Menjadi Web Developer?

3. Kecepatan CPU

Kecepatan CPU memiliki pengaruh yang cukup signifikan bagi performa laptop kita. CPU (atau prosesor) memiliki beberapa spesifikasi yaitu cache size, jumlah core, frekuensi, dll. Spesifikasi ini tidak perlu kita analisis terlalu dalam. Laptop dengan prosesor Intel Core i5 saja sudah sangat bagus untuk kebanyakan kebutuhan programming.

Apabila memiliki dana terbatas, prosesor Intel Core i3 bahkan Dual Core juga bisa dipakai jika kebutuhannya hanya untuk melakukan web programming.

4. Jumlah Memori (RAM)

Untuk kebutuhan web programming, laptop dengan memori 2GB sudah mencukupi. Akan lebih baik lagi jika bisa menggunakan memori minimal 4GB. Pada intinya semakin besar memori RAM akan semakin baik. Jika ada rejeki upgrade lah sedikit demi sedikit.

Pengecualian untuk programmer yang membutuhkan pekerjaan berat seperti programmer Android atau programmer game yang menggunakan engine seperti Unity, Unreal, dan sejenisnya. Untuk jenis pekerjaan ini, kita wajib memiliki memori yang besar. Untuk Android, 4GB itu standar minimal hanya untuk Android Studio saja dengan waktu loading yang bisa melatih kesabaran kita. Penulis tidak bisa membayangkan menggunakan Android Studio di laptop kurang dari 4GB, pasti akan berjalan dengan sangat-sangat lamban. Maka, jika pembaca melakukan programming Android atau programming lain yang memakan banyak sumber daya, gunakan lah RAM berukurang setidaknya 8GB agak bisa bekerja dengan lancar dan nyaman.

Karena biasanya RAM memiliki dua slot, proses upgrade-nya menjadi lebih mudah dan murah. Dengan dana yang terbatas kita bisa saja membeli laptop dengan RAM 4GB dan nanti ditambah lagi dengan RAM 4GB sehingga ukurannya menjadi 8GB. Teknik seperti ini bisa membantu menghemat biaya.

5. Jenis dan Ukuran Hardisk

Selama ini, penulis belum begitu memperhatikan pentingnya menggunakan SSD. HDD biasa sudah cukup, setidaknya dengan menggunakan HDD kita sudah bisa bekerja tanpa hambatan. Akan tetapi, jika ternyata pekerjaan yang dilakukan masih terasa lambat padahal sudah memiliki spesifikasi laptop yang "bagus", cobalah pikirkan untuk menggunakan SSD.

Perbandingan kecepatan SSD dengan HDD bisa mencapai 1:3 sampai 1:5. Lihat saja perbandingan waktu booting antara HDD dengan SSD dari situs PC World berikut:

Harga SSD memang cukup mahal. Untuk 128GB saja harganya antar 700rb-1jt dimana dengan harga yang sama kita bisa membeli HDD biasa berukuran sampai 1TB. Tapi harga memang tidak bohong, kecepatan SSD memang jauh, jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, agendakan suatu hari nanti untuk upgrade ke SSD setidaknya untuk sistem (128GB sudah cukup). Untuk data lain (film, lagu, dokumen, musik) bisa disimpan di HDD biasa.

Apa Itu Disk Defragmentation? Butuhkah Kita Men-Defrag Komputer?

6. Keyboard

Apa yang paling sering dilakukan programmer? Tentu saja menulis kode. Memiliki keyboard yang nyaman untuk ngoding sangat berpengaruh bagi seorang programmer. Kelembutan saat ditekan, feedback yang didapat, jarak tempuh dari satu tombol ke tombol yang lain terdengar seperti omong kosong. Tapi percayalah, keyboard yang bagus tidak hanya penting bagi gamer saja tapi juga penting bagi seorang programmer.

Ini Dia Perbedaan Aplikasi Native, Hybrid atau Web

7. Sistem Operasi

Baik untuk programming atau pemakaian biasa ada tiga sistem operasi yang paling banyak dipakai, Linux, Windows, dan OS X. Jika jenis programming yang dilakukan tidak dibatasi oleh penyedianya, maka sistem operasi manapun bisa dipakai. Jenis programming apa yang dibatasi sehingga kita wajib memakai salah satu sistem operasi ini?

  • iPhone, iPad, OS X, dan produk-produk Apple lainnya. Untuk membuat aplikasi produk-produk Apple, kita wajib menggunakan OS X yang artinya kita harus menggunakan laptop berjenis Macbook. Pembuatan aplikasi produk-produk Apple tidak bisa dilakukan diluar sistem operasi buatannya sehingga Linux dan Windows tidak bisa kita pakai.
  • Game programming. Beberapa banyak juga game engine yang bisa dipakai diketiga sistem operasi ini, tapi beberapa game engine populer hanya bisa dipakai di Windows atau Windows dan Mac saja. Contoh game engine tersebut diantaranya Construct 2 (Construct 3 sudah cross platform), Corona, GameMaker Studio, GameSalad, RPG Maker, dan Frostbite.

8. Kartu Grafis

Selain untuk game programmer (khususnya yang menggunakan game engine 3D), kartu grafis tidak begitu berpengaruh saat ngoding. Jadi, untuk menghemat biaya kita bisa memilih laptop dengan kartu grafis biasa (integrated graphic card). Kecuali jika pembaca juga sekalian ingin main game dengan laptop itu, maka kartu grafis eksternal menjadi komponen yang wajib ada.

Penutup

Kesimpulannya, tidak ada satu latop yang "terbaik" untuk programming. Semua laptop bisa dipakai untuk programming (kecuali untuk beberapa jenis programming yang sudah dibahas), sehingga tinggal menyesuaikan dengan budget.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu pembaca dalam menentukan pilihan laptop yang akan dipakai untuk programming.

Jika pembaca memiliki opini lain tentang hal ini, jangan sungkan untuk berkomentar. Penulis tunggu komentar dan saran pembaca dalam memilih laptop untuk programming.

Berlangganan Informasi CodePolitan Melalui Email

Jangan sampai kamu melewatkan informasi penting tentang pemrograman dan teknologi! Kamu bisa berlangganan Newsletter CodePolitan dengan cara mengisi formulir di samping.

Promo potongan 10% untuk bergabung dalam kelas online Menjadi Web Programmer