Apa itu JSON? Format Data Universal

Goo
Selasa, 6 September 2022 pukul 12.41

Halo coders, kali ini kita akan melanjutkan pembahasan sebelumnya, yakni mengenai API. Jadi pada postingan kali ini kita akan membahas JSON, salah satu format data yang sering digunakan sebagai notasi script pada API. Apakah itu JSON? Bagaimana cara kerjanya? Yak, kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai JSON.

Baca Juga : Mengenal API dan Tutorial Penerapannya

Apa itu JSON ?

JSON merupakan akronim dari Javascript Object Notation, sebuah format berbasis teks standar untuk mewakili data terstruktur berdasarkan sintaks objek JavaScript yang dipopulerkan oleh Douglas Crockford. JSON digunakan untuk menyimpan, membaca, serta menukar informasi dari web server sehingga dapat dibaca oleh para pengguna atau transmisi data seperti mengirim beberapa data dari server ke klien maupun sebaliknya. JSON sendiri telah banyak digunakan oleh berbagai bahasa pemrograman seperti C, C++, C#, Java, Python, dan banyak lagi.

Baca juga : Mengenal Format JSON

Beberapa aturan penting JSON:

  • Dalam format data JSON, key harus diapit tanda kutip ganda.
  • Key dan value harus dipisahkan oleh simbol titik dua (:).
  • Dua pasangan key-value harus dipisahkan dengan simbol koma (,).

Contoh :

{
    “name”: “Goo”,
    “class”: 11,
    “city”: “Mars”,
}

Penjelasan: name,class dan city adalah key, sementara Goo, 11 dan Mars adalah value. Seperti yang disebutkan dalam aturan, terdapat kutip ganda untuk key dan titik dua yang memisahkan key-value. Selanjutnya, terdapat tanda koma setelah Goo, hal itu dilakukan karena ada lebih dari satu key-value.

Perlu diketahui, JSON identik dengan kumpulan pasangan key-value, dimana key selalu berbentuk tipe string, sementara value terdiri dari beragam tipe meliputi : number, string, boolean, array, object, dan null.

Contoh :

[{

        "name": "Changho",
        "role": ["MC", "BM"],
        "age": 100,
        "married": true,
        "address": {
            "street": "Rove around Devon",
            "city": "Greenwich",
            "country": "UK"
        },
        "referred-by": "E0012"
    },

    {
        "name": "Miho",
        "role": ["MC", "BMW"],
        "age": 150,
        "married": true,
        "address": {
            "street": "Rove around Devon",
            "city": "Greenwich",
            "country": "UK"
        },
        "referred-by": null
    }
]

Pada contoh diatas: name, role dan yang lainnya adalah Key, sementara untuk tipe value bersifat beragam. Changho Miho menunjukkan tipe value String, MC BM dan BMW adalah tipe array, 100 150 adalah tipe Number, true false adalah tipe Boolean, street city adalah object, sementara referred adalah tipe null yang bersifat opsional (jika terdapat nilai maka akan terisi nilai namun jika tidak maka akan terisi null).

Mengapa Developer Memilih JSON?

Pada dasarnya, JSON telah banyak digunakan oleh banyak bahasa pemrograman sehingga akan sangat berguna dalam pertukaran data antar sistem, semua bahasa pemprograman moderen mendukung struktur data ini dalam bentuk yang sama maupun berlainan. Hal ini pantas disebut demikian karena format data mudah dipertukarkan dengan bahasa-bahasa pemprograman yang juga berdasarkan pada struktur data ini. Alasan lainnya adalah karena JSON merupakan sebuah format berbasis teks yang dapat dibaca baik oleh manusia maupun mesin. Selain itu juga, menyediakan library yang tidak terhitung jumlahnya untuk sebagian besar bahasa pemrograman.

Bagaimana Cara Mengkonversi Data JSON ke Objek Javascript dan vice versa?

  • Data JSON - Objek Javascript

Untuk mengkonversinya dapat menggunakan metode JSON.parse() .

const userJSONData = `{

    "name": "Alex C",
    "age": 2,
    "city": "Houston"
}`;

const userObj = JSON.parse(userJSONData);
console.log(userObj);

Maka output yang akan tampil :

first.png

  • Objek Javascript - JSON Data

Untuk mengkonversi objek Javascript ke data JSON maka dapat menggunakan metode JSON.stringify().

const userObj = {

    name: 'Alex C', 
    age: 2, 
    city: 'Houston'
}

const userJSONData = JSON.stringify(userObj);
console.log(userJSONData);

Maka outputnya :

second.png

Bagaimana Mengatasi JSON Error seperti Unexpected token u in JSON at position 1?

Setiap kali menemukan error seperti ini, coba cek validitas dari format data JSON nya. Anda mungkin membuat sebuah kesalahan kecil yang menyebabkan error terjadi. Untuk mengecek validasi format data JSON dapat menggunakan Linter JSON.

Kesimpulan

JSON digunakan untuk menyimpan, membaca, serta menukar informasi dari web server sehingga dapat dibaca oleh para pengguna atau transmisi data seperti mengirim beberapa data dari server ke klien maupun sebaliknya. Selain karena readable, dapat dibaca baik oleh manusia maupun mesin, JSON juga telah banyak digunakan oleh banyak bahasa pemrograman, hal itulah yang membuat JSON menjadi format data universal.

Referensi:

Kelas Promo
...
By Originals
Jalan Lurus Menjadi Fullstack Developer
Kelas online belajar Fullstack web developer
from A to Z
760+ Materi Video Pembelajaran
Akses Materi Selamanya
Konsultasi Online Mingguan
Sertifikat Digital
6 Project Studi Kasus
Info Terkini