Kelas baru ReactJS, dapatkan potongan harga 10% hingga 8 Juli 2019. Lihat Kelas

Kisah Dua Standar HTML

Ditulis oleh Lord Voldemort, dipublikasi pada 16 Oct 2017 dalam kategori Info
Kisah Dua Standar HTML - CodePolitan.com

Waktu itu tahun 2004, Ian Hickson baru saja selesai mengikuti workshop W3C yang diselenggarakan oleh Adobe. Topik yang dibahas adalah bagaimana menggunakan standar web untuk mengatasi kebutuhan pengembang dan aplikasi web. Hickson menyarankan hanya untuk mengembangkan HTML, bahasa markup web yang sudah ada daripada menciptakan sesuatu yang baru. Peserta lain mengusulkan sebuah evolusi untuk HTML yang mereka sebut dengan XHTML.

Dari voting yang dilakukan, XHTML keluar sebagai pemenang.

Hickson kecewa dengan hasil ini. Terakhir kali HTML dikembangkan adalah lima tahun sebelumnya, pada tahun 1999. Waktu itu adalah tahun dimana spesifikasi resmi untuk HTML 4.01 dipublikasikan. Daripada mengembangkan standar yang sudah ada, W3C, organisasi yang bertanggung jawab untuk mengembangkan standar World Wide Web, mengubah prioritas ke XHTML yang mengawinkan XML dan HTML untuk mendapatkan teknik pengembangan yang lebih canggih.

Asal Muasal Tag HTML IMG

Versi XTML pertama dipublikasikan tahun 2000. Pad tahun 2004, ia sudah diimplementasikan disebagian besar browser kecuali Internet Explorer. XHTML juga didukung disebagian besar content management system dan editor teks.

Satu-satunya masalah pada XHTML adalah membuatnya memaksakan suatu aturan. Jika terdapat kesalahan sintaks, sebuah halaman tidak akan dapat dimuat dengan baik. Pembuat browser (seperti Opera, di mana Ian Hickson bekerja) percaya bahwa XHTML tidak dapat memenuhi kebutuhan pengguna maupun pengembang yang terus tumbuh. Mereka ingin untuk membuat HTML yang lebih fleksibel. Tapi, mereka tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Hickson mengumpulkan programmer dari Opera dan Mozilla yang memiliki pemikiran sama. Mereka setuju bahwa jika W3C tidak terus bekerja untuk mengembangkan HTML, maka merekalah yang akan menggantikannya. Pada tanggal 4 Juni 2004, hanya dua hari dari pertemuan Adobe, Hickson dan perusahannya memulai sebuah milis dan mengumumkan badan standar yang beroperasi independen dari W3C. Mereka menamai badan ini Web Hypertext Application Technology Working Group atau disingkat dengan WHATWG .

Dibanding percaya pada XHTML, WHATWG mulai mengerjakan pengembangan untuk HTML yang sudah didukung penuh oleh browser modern. Target standar pertama mereka adalah Web Form 2.0, tapi cita-cita mereka dituliskan secara jelas di pengumuman yang telah dipublikasikan.

Mereka mengumumkan bahwa HTML belum mati, malah sebaliknya HTML akan terus melaju.

Penting untuk menyadari bahwa XHTML sebetulnya cukup bagus. Kekakuannya saat mengatasi terjadinya kesalahan membuat bahasa ini menjadi interoperable (dapat dijalankan diberbagai mesin). Anggota W3C memimpikan hari dimana satu dokumen dapat dimuat di browser juga beragam perangkat lain (TV atau kulkas contohnya), semua dalam satu bahasa. Kekakuan XHTML dapat mewujudkan hal seperti itu karena aturannya yang ketat.

Namun, pengembang browser lebih memilih untuk mendukung HTML yang dikerjakan WHATWG dibanding mengadopsi XHTML. Mereka mulai mengimplementasi atau setidaknya bereksperimen dengan fitur baru sebelum mereka menjadi standar secara resmi. Hal ini memberikan sebuah feedback loop antara pengembang browser dengan WHATWG yang terus memberikan spesifikasi HTML baru.

Sayang, XHTML tidak dapat hidup lama didunia ini. Pada tahun 2007, W3C mengumumkan bahwa mereka akan membuat working group baru untuk HTML dan melepas dukungan bagi XHTML. Tidak hanya melanjutkan pekerjaan WHATWG, namun Ian Hickson juga ditunjuk sebagai editor dari standar HTML yang baru. Dari sini kita bisa melihat bahwa WHATWG dan HTML lah yang keluar sebagai pemenang dan XHTML akhirnya kalah.

Bahasa-bahasa yang Hampir Menjadi CSS

Standar baru ini diberi nama HTML5 dan akan membawa API baru untuk mendukung interaktifitas grafik dan multimedia. HTML5 datang dengan elemen baru seperti main dan header serta elemen multimedia seperti video dan canvas. HTML5 juga diperluas dengan memberikan fitur untuk mengakses properti sistem operasi native untuk membuat aplikasi web yang lebih kaya.

Draft HTML5 keluar cukup cepat yaitu pada bulan Januari 2008. Tapi setelah itu, memakan waktu untuk mendapatkan feedback dan mengerjakan implementasinya secara mendetail.

Seperti biasanya, browser mulai mengimplementasi elemen baru sebelum mereka masuk ke spesifikasi resmi. Standar ini nantinya akan dipengaruhi oleh bug atau hal lain yang ditemukan oleh pengembang browser. WHATWG lebih memilih untuk menganggap HTML sebagai "living standard", tanpa ada versi, terus mengalur, dan terus menambahkan fitur-fitur baru. Sebaliknya W3C menganggap HTML dalam "snapshot". Setiap versi HTML berisi fitur-fitur yang telah utuh. Perbedaan ini menimbulkan keretakan kembali dalam hubungan WHATWG dan W3C.

Dari awal hubungan kedua organisasi ini memang kurang harmonis. Maka pada tahun 2012, keduanya mengumumkan bahwa WHATWG akan mengelola living standard-nya, sedangkan W3C akan mengelola HTML dengan versioning. Dengan demikian kedua organisasi ini dapat terus bekerja untuk bersama-sama membangun web yang lebih baik dengan keyakinan masing-masing.

Ini lah alasan mengapa HTML5 tidak menjadi rekomendasi resmi dari W3C sampai dengan Oktober tahun 2014, meskipun jauh sebelum itu orang-orang sudah mulai menggunakan fitur HTML5. Ini juga merupakan alasan mengapa beberapa orang bersikeras bahwa hanya ada HTML dan HTML5 (ataupun angka lain) sebetulnya tidak benar-benar ada.

Kesimpulannya, WHATWG memiliki andil sangat besar sehingga kita bisa memiliki versi terkini HTML dan CSS dapat bekerja hingga diimplementasi oleh browser bahkan sebetul spesifikasinya keluar secara resmi.

Diterjemahkan dari A Tale of Two Standards



Berlangganan Informasi CodePolitan Melalui Email

Jangan sampai kamu melewatkan informasi penting tentang pemrograman dan teknologi! Kamu bisa berlangganan Newsletter CodePolitan dengan cara mengisi formulir di samping.