Memasang Webmin Pada Debian Stretch

Bagi pemilik server tentu sudah tidak asing dangan tampilan CPANEL yang membantu kita untuk mengatur server dengan cukup mudah, namun saat menggunakan vps yang kosongan biasanya pilihan user interface untuk mengatur server diserahkan kepada pemilik vps itu sendiri. Kali ini saya mencoba mengulas salah satu tools sebagai alternatif CPANEL. Aplikasi ini bernama Webmin, aplikasi ini free dan berada di bawah lisensi BSD-like license.

Karena kebetulan mesin saya menggunakan Debian Stretch maka tulisan ini akan berfokus pada Debian STRETCH namun tulisan ini tidak menutup kemungkinan cocok digunakan untuk semua distro turunan Debian seperti Ubuntu.

Yang Perlu Dilakukan Setelah Memasang Server Ubuntu 16.04

Install

Pertama saya berasumsi bahwa sebelumnya PHP, APACHE, MySql sudah terpasang di mesin masing-masing, sedangkan untuk install webmin kita bisa unduh dulu pada situs ofisial webmin di sini, di sana terdapat banyak pilihan baik source code di zip, rpm based seperti Fedora, Centos, dan deb untuk varian Debian dan turunannya, saya tentu saja memilih yang versi deb. Saat saya menulis ini, versi yang tersedia adalah versi 1.860.

Setelah .deb seelsai diunduh, untuk memasangnya cukup mudah, gunakan perintah berikut ini

$ sudo dpkg -i webmin_1.860_all.deb

Jika gagal terpasang jangan panik, baca baik-baik pesan errornya, pada kasus saya terdapat permasalahan karena beberapa kebutuhan webmin belum terpasang. Solusinya ya tinggal pasang saja hal yang diminta oleh webmin, pada kasus yang saya alami saya menggunakan perintah berikut untuk mengatasinya

$ sudo apt-get install libauthen-pam-perl libio-pty-perl libapt-pkg-perl apt-show-versions

Jika sudah berhasil kita bisa langsung mencoba mengakses webmin di browser dengan alamat https://alamat-web-atau-ip:10000

Selalu gunakan https walaupun web kita belum menggunakan https paksa saja kalau tidak webmin gak akan mau diakses.

Kita bisa masuk menggunakan akun root komputer atau user manapun yang mampu melakukan perintah sudo.

Menggunakan Webmin

Saya tidak akan mengulas semua fiturnya hanya beberapa yang sering saya gunakan saja.

1 Dashboard Informasi

Saat login kita akan langsung diarahkan ke halaman dashboard, di halaman ini kita akan disuguhkan informasi-informasi terkait keadaan mesin, seperti pemakaian cpu, ram, hardisk dan juga apakah ada paket yang perlu diperbaharui atau tidak.

2 Mysql Server

Walaupun saya masih cukup menyukai PHPMyAdmin tapi webmin pun sudah menyediakan portal untuk bisa mengakses MysqlServer. Caranya cukup pilih menu Servers->Mysql Server, lalu login saja menggunakan akun mysql yang sudah dimiliki.

Gambar di atas adalah kumpulan database yang ada di mysql server.

3 Virtual Server

Untuk mengakses menu ini kita bisa memilih Servers->Apache Webserver pada menu ini kita bisa mengatur virtualhost dengan cukup mudah.

Gambar di atas adalah virtualhost yang sudah tersedia di mesin saya, untuk menambahkan virtualhost lainnya cukup mudah, pilih tab create virtual host lalu isikan seperti gambar di bawah ini :

  1. Document Root : Ini diisi dengan lokasi web, pada contoh di atas berada di /var/www/htm/webmin
  2. Servername : Ini diisi dengan alamat website.

Konfigurasi di atas akan membuat satu berkas dengan nama virtual-webmin.dev.conf di /etc/apache2/sites-available

Untuk mengaktifkan virtual server kita wajib untuk restart apachenya.

Perhatikan icon tanda panah yang melingkar, pilih icon tersebut untuk restart apache.

Cara Mengamankan Apache Web Server dengan Let's Encrypt di Ubuntu 16.04

Adapun kendala yang sering muncul adalah sebagai berikut

  1. Jika mencoba di lokal jangan lupa tambahkan alamat servername ke berkas /etc/hosts jika di server cukup daftarkan di dns manager.
  2. Jika virtualhost/virtualserver selalu mengarah ke default page ( jika di lokal biasanya halaman selamat datang dari apache), gunakan cara berikut :

di atas adalah gambar selamat datang dari apache

Agar virtual server berjalan dengan baik, pilih tab menu global configuration dan pilih menu edit config files.

Pilih berkas yang akan diubah dan klik tombol edit directive file.

Di sana akan muncul konfigurasi dari berkas virtual server yang dipilih seperti berikut :

<VirtualHost *>
DocumentRoot "/var/www/html/webmin"
ServerName virtual-webmin.dev
 <Directory "/var/www/html/webmin">
allow from all
Options None
Require all granted
 </Directory>
</VirtualHost>

Ubah menjadi :

<VirtualHost *:80>
DocumentRoot "/var/www/html/webmin"
ServerName virtual-webmin.dev
 <Directory "/var/www/html/webmin">
allow from all
Options None
Require all granted
 </Directory>
</VirtualHost>

Perhatikan *:80 di atas sebagai perbedaan. Sekarang coba akses kembali alamat virtual-webmin.dev hasilnya akan seperti ini

Gambar berhasil ini tergantung web yang dituju, kebetulan yang saya tuju hanya satu berkas html dengan tulisan VirtualHost Webmin.

4 Konfigurasi Apache Module

Masih di menu yang sama pada tab global configuration pilih menu config apache modules.

Di sana kita cukup pilih dengan cara ceklis module apa yang akan diaktifkan lalu pilih tombol Enable selected module.

Sebenarnya masih banyak fitur-fitur menarik dari webmin seperti setup cron job, file manager, dan lain sebagainya. Mungkin akan diulas di lain kesempatan, soalnya saya juga belum nyoba-nyoba fitur lainnya. Hhe.

Dilihat kali

Is this helpful?

Share This Post